Sabtu, 23 Agustus 2008

Untaian Kata Dalam Tangis Cinta

"setia waktuku"

Aku manusia...
Tak luput dari salah, dan haruskah aku berdusta?
Hidupku penuh luka dan curahan air mata...
Tapi ku tak pernah mengaduh, meskipun terluka..
Karena semua ini ada penuh dengan layar hikmah
Aku manusia...
Lebih mudah merangkai kata daripada merasa...
Hatiku hampa, tapi apalah arti itu semua?
Haruskah aku mengeluh lagi? Siksa ini kembali..
Cemooh... ratapan dan keluh kesah...
Mendesis di dalam hatiku... resahkan jiwaku...
Tapi kutakpernah gentar sekalipun aku berpaling..
Aku manusia...
Ingin mencinta dan dicintai...
Tapi kadang, sang penggoda menghalangiku merasa
Kumau dan siapapun mau, karena kita manusia...
Kenapa kita menangis...?
Kenapa kita merangkai kata...?
Kenapa kita mencinta...?
Karena kita manusia, tak luput dari rasa...
Hilanglah rasa, membuat semuanya hampa..

Aku Menangis Karena Rindu

"setia waktuku"

Taukah kau kasih...
Aku menangis malam ini karenamu
Bukan karena sedih dan sakit hati
Aku menangis karena rinduku padamu
Hari-hariku yang selalu bersama dirimu
Sekarang harus pisah karena keadaan
Tangisanku tanda betapa aku cinta akan dirimu
Aku tau kaupun begitu cinta padaku
Jadi aku selalu bahagia walau sering menangis
Semoga kau juga demikian
Dan selalu rindukan aku disini

Kasih,,,Kemana Kau Pergi???

"setia waktuku"

Malam yang indah yang selalu kunanti
Kau ku nanti di hias berjuta bintang di sekelilingmu
Aku menatapmu di malam ini sendiri
Di sebuah jendela yang sempit
Kau begitu indah,,,seperti dalam lamunanku
Di malam yang sunyi ini aku memohon padamu
Wahai bintang yang bertabur di angkasa sana
Aku rindu pada kasihku yang telah pergi
Aku ingin memelukmu di malam ini
Aku selalu menangis saat terbawa lamunanmu
Sangat kurindu dirimu kasih
Aku harap cepatlah kau kembali
Sehingga aku bisa bersanding denganmu
Bersama kita nikmati malam yang indah seperti ini

Sepi Akan Kasih Di Malam Ini

"setia waktuku"

Sang surya telah tenggelam di ufuk timur
Kini di ganti dengan cahaya gemerlap sang bintang
Ku disini termenung menatapnya
Kurang saat kau tak ada wahai purnama
Aku yang selalu menantimu disini
Tapi malam ini sepi akan ketiadaanmu di panadanganku
Ya, sekaranglah malam minggu
Di mana orang akan membuat seindah mungkin di malam ini
Bersama kasih menabur cinta kebersamaannya
Namun diriku...
Harus puas dengan kesendirianku yang sepi
Aku selalu merindulkan satu cahaya pada malam seperti ini
Cahayamu sang rembulan
Kau selalu beri warna dalam setiap hidupku
Kau memberi berjuta rasa akan cinta
Dan memberiku satu arti dalam setia
Aku bahagia dalam sepiku
Karena aku punya penantian dalam cintaku
Harapan seribu rasa yang akan menjadi satu bahagia pasti