Wednesday, October 22, 2008

Mengapa Diriku Selalu Sendiri


"setia waktuku"

dalam hatiku berkata
bagaimana ku mencinta?
aku ingin di cinta?
tapi aku sulit untukmencinta

kadang ku menangis dalam kegelapan malam
saat sendiri dan sendiri
aku menangis karena ku sadar
begitu besarkah keburukanku??

sperti ilalang yang tumbuh subur
mereka banyak dengan satu jenis
tetapi mereka selalu di benci oleh manusia
karena mereka mengganggu
sepertiitukah diriku???

oh...Tuhan,
mengapa kau ciptakan rasa ini
bila ku harus menderita karena cinta
cintailah aku buat mereka
aku ingin seperti elang yang terbang bebas
mereka selalu di perhatikan saat terbang
oleh manusia
begitu juga denganku
aku ingin seperti itu dan mengharap
sebuah cinta datang untukmemberi
ketulusan cinta dari dalam hati

mengapa diri ini selalu di anggap salah
dalam melangkah dan dalam susahnya arti
bersama semuanya ku selalu gagal dalam meraih
aku selalu sendiri dan tak pernah ada cinta
yang selalu ku bangga hingga ku ajak menari
dalam alunan jariku menulis puisi ini

Pecundang Sejati


"setia waktuku"

kesepian semakin menjadi
begitu kelam malam ini
adakala sang cahaya menyinari
tapi tak pernah sedikitpun diri ini di sinari

kegelisahan akan kesepianku
membawa seripu kenangan
yang terukir dalam jiwa ini
tentang kau dan aku

namun apalah daya
semua telah sirna
tak ada kata dari mereka
dan tak ada sorak dari sang pengembara
cinta yang selalu semangatkan jiwa

ku adalah pecundang
yang tak tau arah kemana cinta iniku bawa
pecundang sejati
inilah perjalanan cintaku
kan ku bawa selalu
danku terima semua itu
hanya demi cinta
walau ku hanya pecundang
aku menari bahagia di atas sejatinya cinta

Dimanakah Cintaku Kini???

"setia waktuku"

Ku bagai perahu kecil
Terombang ambing di tengah samudra
Yang tau arah kemana ku akan bawa
Perahu yang tak mampu ku dayung jauh

Ku bagai perahu kecil
Yang kehilangan dayung dan layar
Hingga ku sulit menetahui kemana petunjukku
Dan ku disini menunggu harapan
Sebuah perahu besar akan datang menolongku

Tolonglah diriku
Aku tak mampu lagi menggayung
Dengan tanganku sendiri hingga terasa kaku
Dapatkah ku gapai yang telah hilang
Yang terlihat nyata di tengah samudra ini??
Berilah pentunjuk untukku
Dimana dermaga cintaku?
Dan dimana pelabuhan surgaku?

Untuk Sebuah Cinta Oleh CInta

"setia waktuku"

Kau titipkan sebuah ucapan
Lewat merpati putih yang kau kirim
Dia hinggap di jendelaku
Dan kuterima pesan lewat suratmu

Ku ketahui hatimu yang lembut
Hingga kau kirim sebuah kata cinta yang indah
Lewat goresan penamu di atas kertas putih ini
Kau begitu indah di hidupku

Takan kusiakan cinta ini
Kan ku jaga dalam hati
Ku termenung karena cinta
Kau yang begitu mencintaiku
Seprti halnya diriku

Ku kirim balik ucapan itu
Lewat sebuah awan putih yang indah
Ku perintahkan dia untuk sampaikan pesan itu
Dan kau baca hingga kau tersipu
Kau akan tau tentang diriku
Yang sangat mencintaimu

Semua ingin ku beri hanya karena cinta
Dan hanya karenamu
Kaulah duhai cintaku
Kaulah bidadari cintaku

Walau Terluka Tetap Melangkah

"setia waktuku"

Berjalan di sebuah tepian cinta
Dengan membawa segenggam luka
Menjadiku berat untuk berjalan
Tapi tetap ku berusaha walau pelan

Ku yang tak biasa
Sendiri dalam hari hari penuh cinta
Membuatku terasa terbebani
Kau yang telah pergi meninggalkan luka hati
Membuatku seperti melangkah dengan jiwa mati

Yakinku atas segala sesuatu yang sakit
Semua akan terhapus pelan oleh debu seiring waktu
Dan dari ini ku mulai belajar
Dari kenangan luka
Hingga ku bangkit dan mulai tertawa bahagia
Untuk sebuah langkah menuju cinta sejati
Walau dengan seribu cara

Rindumu Adalah Rinduku

"setia waktuku"

untuk sebuah nama cinta
yang tersimpan dalam kesucian hati
ku ukir pasti dalam jiwa hingga terpatri
disini ku yang sendiri
jauh darimu dan cintamu
aku yang hanya bisa merindumu
rindu akan belaianmu
Rindumu Adalah Rinduku


aku disini walau kau tak pasti
merasakan sama seperi jiwaku ini
tapi aku menunggu akan kedatanganmu
ku selalu sirami rindu ini dengan tetes air mata

aku ingin...ingin sekali
jumpa denganmu malam ini
pada suatu tempat indah untukmu
dimana dulu kita terbiasa saling menunggu
di tempat penuh bunga dan kicauan burung merdu

bila dirimu merindukanku
rindu itulah milikku
dan rinduku adalah milikmu juga
yang akan kita bagi bersama dalamcinta

Masih Menunggumu

"setia waktuku"

berharap kau kan menemuiku
di sebuah jembatan bersalju
untuk kau dekap tubuhku lagi
yang terkulai lemas tanpa cintamu lagi

mengaharap setiap hari
semua yang berlalu menjadi indah saat ini
dan berharap seperti cinta yang dulu bahagia
tapi semua telah berakhir di hati kita

dari hati terdalam
ku emban sebuah kesetiaan cinta
hanya untukmu ku mampu lakukan
karena ku sangat mencintaimu

di jembatan ini ku tunggu kehadiranmu
walau kau tak datang hari ini
ku kan menunggumu hingga datang
dan masih menunggumu hingga tubuhku kaku

disini tempatku memulai cinta
anatara kita berdua
dan disini ku ingin memadu cinta kembali
walau pada akhirnya kau tatap pergi

Seperti Melangkah Sendiri

"setia waktuku"

mengapa driku merasa gundah??
mengapa diriku merasa lalah??
kulihat semua di sekitarku
mereka selalu ada untukku
tapi mengapa diriku sepi
seolah tak berarti buat mereka

diriku merasa jiwa ini mati
aku di anatara mereka dan sahabat
tapi diriku tak bisa pahami
aku hidup di sekitar mereka
seolah aku tak bisa merasa
aku hidup di antara mereka

anadaiu semua bisa pahami
aku ingin keluar dari dunia sepi
dan kembali dari yang patah
menjadi tersambung kembali

dalam langkah lelahku
terlamun dalam untaian embun segar
tapi jiwa ini tak bisa sesegar embun itu
aku melangkah untuk mencari jejakku
yang tersembunyi di setiap sudut siku
melangkah dalam angan kosong
seperti melangkah sendiri
tanpa arah dan tujuan yang kakal lurus apa adanya

Cinta Tulus Di Hati

"setia waktuku"

saat rindu ini padam
kamu datang seperti terbanya mata panah
saat rindu ini sirna dan kelam
kamu tak pernah terlihat dan menjauh

saat rindu ini menggelora
kamu menghilang
ketika cinta di hati bberbicara
semua tak ada kata bosan yang datang

cinta tak pernah meminta
ia senantiasa memberi
walaupun cinta adalah pengorbanan
tapi ia tak pernah mendendam dan lari

karena pengorbanan cinta
takan pernah sia sia
ku tahu cinta itu tidak bisa di lihat
di dengar, bahkan diraba

pada dasarnya cinta hanya di rasa oleh hati
seperti kamu yang sedang merasakan cinta kini