Selasa, 12 Agustus 2008

Setia Waktuku"sahabat dan rasa cinta"

"setia waktuku"

Ketika ku terdiam dalam kehampaan
Terlena dalam kekosongan hati yang panjang
Kau datang dengan sejuta janji dan mimpi
Kau sirami hati yang sedang kekeringan ini

Senyummu selalu ada dalam setiap arahku
Wajahmu selalu melengkapi hariku
Namun ada sebuah tanya yang tak bisa kuungkap
Dan sampai sekarangpun tidak terjawab

Aku sayang padamu
Aku sangat nyaman berada didekatmu
Namun aku sangat takut untuk merasakan kecewa itu
Karena bagiku ini mungkin hanya kebahagiaan sesaatku

Terlalu takut kecewa
Hingga kusulit percaya
Atas kata yang selalu terucap darimu
Atas janji-janji yang selalu kau katakan padaku

Aku bahkan merasa seperti berada dialam mimpi
Mengenalmu adalah suatu kebahagiaan tersendiri
Namun apakah sama yang kau rasa
Itu yang membuat hancurnya pertahanan kepercayaanku

Ingin sekali ku kembali kepada hubungan semula
Hanya menganggapmu tidak lebih dari seorang teman saja
Bercanda seperti apa adanya
Kini yang aku bisa hanya menyimpan sebuah tanya
Yang sangat ingin aku tau jawab dan buktinya

Waktu,,,hanya waktu yang bisa menjawab semua tanyaku..

Rembulan

"setia waktuku"

Kupandangi langit yang gelap..
Tertutup awan di sela-selanya..
Sedikit terbuka tuk menatap bintang..
Dan masuknya sinar rembulan di baliknya..

Semua semerta merta tuk merenungi..
Hari-hari yang kulalui penuh warna...
Ditemani cahaya rembulan yang lembut..
Seolah tersenyum padaku tuk katakan..
Selamat malam kepada Sang Pujangga..

Keindahan cahayanya menenangkanku..
Dengan tabirnya yang terpancar..
Menyelubungi suasana dengan damai..
Terjerat namun terasa bebas..
Aku bebas menikmati dekapan sinarnya..

Cahaya rembulan...
Janganlah kau menghilang..
Sekalipun gerhana menelan cahyamu..
Tetaplah bertahan dan terangi aku...
Supaya lelahku kunjung sirna..
Dan senyumku ini tak pernah padam...

Sahabat “cinta”

“setia waktuku”

Engkaulah gulita yang memupus sgala batasan dan alasan
engkaulah penunjuk jalan menuju pulang ke kosongan
dalam samudera terkelam

engkaulah sayang tanpa tepi yang membentang
menuju tempat tak bernama namun ada
ajarkan aku................

melebur dalam gelap tanpa harus senyap
merengkuh rasa takut tanpa harus surut
bangun dari ilusi tanpa memilih pergi
tunggu aku......................

yang hanya selangkah dari bibir jurangmu
untuk sahabat.... dimanapun kamu berada...
lama tidak bertemu bukan berarti lupa.............
bertahan sewindu bukan berarti sebentar,ku harap kamu sadar
kabut pagi mulai dingin... dan tempat ini tak lagi asing

disitulah tempat pertama kita berjumpa,...
tapi sudah tak lagi sama kedudukannya....
Sahabat...matahari kelima akan terbenam tak lama lagi
aku ingin memiliki rasa optimis .....
tapi yang hadir hanya pesimis
aku takut matahari terbenam sebelum semua alur lepas landas

tapi mereka seperti bertahan....tetap bertahan
sahabat kebenaran yang tak bernama tak pernah terputus
datang sebelum waktu hadir sebelum ruang
sahabat rangkul cita cintamu

genggam jangan di lepas lagi
kembangkan sayap bidadarimu.
sisakan satu bulu untukku...
taburkan bintang ... saaat malam kelam
agar duniamu tak lagi suram.

Hatiku Yang Kesepian

"setia waktuku"

Sudah lelah kaki ini melangkah
Tuk menjauhi diri darimu
Sudah lama ku duduk di sini
Berharap kau kembali lagi di sisiku
Tapi entah kenapa sampai sekarang
Kau belum juga mengabariku
Kasih,,,
Apa kau tahu aku kesepian??
Hatiku yang sangat kesepian sekali
Kasih,,,
Apa kau tak menginginkanku lagi
Dan apa kau tak mengharapkanku lagi??
Ku tahu telah banyak kesalahanku padamu
Yang tak bisa kau maafkan lagi
Aku bagai punduk merindukan bulan
Siang malam aku merindukan kamu
Supaya kamu mengabariku
Tapi harapan sia-sia
Kalau kau tak inginkan aku lagi
Tolong katakan saja padaku
Supaya aku bisa tidak berharap
Yang selama ini merindukanmu

Cinta Telah Sirna

"setia waktuku"

Rintik hujan menetes sendu,
Membasahi ruang kalbu
Yang penuh dengan debu
Alam hampa ku pandangi pilu
Aku merasa mati dalam hidup
Segalanya tiada arti lagi
Cinta bagaikan duri di hati
Setiap saat menyiksa jiwaku
Di kala kau bersamanya
Betapa hancur hatiku
Perasaan pedih tak dapat ku pendam
Mengalir semu air mataku
Cinta dan harapanku padam
Semua ini telah sirna
Begitu indah kenangan bersamamu
Tak akan mungkin aku lupakan
Sulitnya semua ini
Ku terima dalam kenyataan
Aku gagal...aku hancur...
Dan aku hanya ingin menangis saat ini...

Kunantikan Cinta

"setia waktuku"

Kuselami laut tuk temukan mutiara...
Bertahun lamanya dalam masa yang dinanti...
Adakah kiranya gejolak itu menepi..
Menghempas jutaan karang di dalam hati...

Berlabuh aku dalam palungan...
BErkelana bersama biduk di tepian...
Mencari bagian yang indah di dunia..
Tuk selami lautan cinta yang deras ombaknya..

Di manakah mutiara itu?
Kan kudapatkan dia dan kusimpan erat...
Pabila dia kudapatkan dalam pencarian ini..
Hanya desau angin saja menemaniku..

Kini tinggal menunggu sang waktu datang..
Membawa kitab keputusan dalam hidupku..
Penelusuran yang lama akan segera terhenti..
Demi menanti mutiara cinta yang kucari-cari..

Diantara Kasih Dan Sahabat

“setia waktuku”

Kau pujaanku.... dan engkau sobatku....
Janganlah kau membuat aku tuk memilih...
Di antara dua keajaiban yang seiyah sekata..
Dikaulah cinta dan persahabatan..
Erat berkaitan dan tiada tercela..
Bukan terpisah dan harus kupilih di antaranya..

Tanyamu jatuh di keduanya..
Namun kutak mengerti akan semuanya..
Sahabat, kebaikannnya tiada tara...
Cinta, ketulusannya tiada duanya...
Kenapa kebaikan harus terpisah karena berbeda...
Pun keagungannya berasal dari satu rahmat?

Pabila pilihanku jatuh di antaranya..
Hidupku hanya puing yang berjatuhan...
Kukan kehilangan satu di antara kesempurnaan..
Sahabat dan cinta menyempurnakan...
Namun haruskah ego memisahkan antara mereka?
Janganlah pisahkan sayang dan sobatku...
Karena kukan mati bila kalian menghilang...

Jangan pernah memberikanku tanya..
Tuk memilih antara cinta dan persahabatan...
Atau kutak hendak memiliki keduanya..
Pun mati sajalah yang kupilih bila itu terjadi..
Karena nyawaku adalah cinta...
Dan ragaku adalah persahabatan..
Bagaimanakah kutetap dapat hidup...
Jika ragaku hilang tak bernyawa?

Tunjukkanlah bila kau punya rasa...
Karena cinta dan persahabatan bukan pilihan..
Karena tetap sajalah cinta yang tertinggi..
Karena akhir kehidupan, cinta yang menemani..
Sekalipun sahabat itu, takkan lupa pada dirimu...
Jangan buta akan akal budimu..
Semua rahasia tersingkap dari padamu...
Apabila tanyamu datang hanya tuk memilih...
Mati sajalah tuk melegakan semua...

Bagai Air Mengalir

"setia waktuku"

Lihatlah teman..
Hidup itu kadang jatuh dan bangun..
Kita bangkit namun harus terjatuh lagi..
Kita mencinta, dan harus merasakan sakit..
Dan kita begitu tulus, namun luka membalasnya..
Bukanlah semua itu adalah kutukan..
Namun imbas dunia geranganlah yang menyadarkan..
Bahwa di antara putih ada pula yang hitam..
Kadang pula yang terhasrat, namun tak nyata adanya..

Nikmatilah dunia bagaikan air mengalir..
Yang mengalir deras, meskipun terbendung..
Mengalir bagaikan tetesan hujan...
Meresap ke hati, bagai air yang meresap ke tanah..
Jangan pernah menyerah dalam hidupmu..
Sekalipun duka dan asa menampar kedua pipimu...
Jatuhkanlah saja tetesan air mata itu..
Namun jangan jua lupa, petiklah makna di balik semua..
Karena tiadalah api bila tak ada asapnya..
Dan semua terjadi tiada mustahil tiada sebab pula..

Janganlah merasa sendiri..
Karena masih ada yang lebih derita darimu...
Siapapun jua, aku, kamu dan siapa saja...
Pernah rasakan pahitnya luka di dunia..
Karena akhirnya kita takkan lagi merasakannya..
Hanya kematian yang mengakhiri semua..
Namun jangan berharap engkau mati segera...
Karena hanya Dia saja yang akan memanggilmu..
Nikmatilah dunia dan nikmatilah hidup ini..
Slalu mengalir dan meresap bagaikan air..

Walau Terluka Tapi Tetapi Tetap Mencinta

“setia waktuku”
Apakah gerangan yang terjadi..
Kutlah berkali-kali terluka..
Kini harus mencoba mencari kembali...
Kekasih yang sungguh mencintai..
Yang kuyakini kan hadir suatu hari nanti..

Dan kutak sadari sedikitpun..
Kutertatih dalam perjalanan ini...
Pincang di kaki tuk melangkahi peraduan...
Cinta yang menjajahkan sgala rasanya...

Akankah lagi kurasakan sakitnya...
Karena cukup sudah ingin kukatakan...
Rasa jera akan mencinta buatku berduka..
Slalu dan slalu saja duka itu terjadi...
Janganlah pernah terulang lagi..
Kumohon pada gusti tuk kabulkan doaku..

Turunkanlah bidadarimu yang sejati...
Yang sungguh-sungguh mencari...
Cinta yang sejati layaknya aku sendiri...
Tetap mencari meski tertatih dalam perih...
Jika kuharus menanggung luka lagi..
Kutakkan pernah lelah mencari..
Walau jatuh bangun menusuk hatiku...
Kukan tetap mencinta..
Sampai kusungguh tak mampu lagi mencinta..