Sabtu, 29 November 2008

Kemurnian Cinta Dan Kepasrahan Pada-Nya

“Dari Hati Untuk Jiwa”



Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

Do'a

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Ya Allah… Inilah hamba-Mu
yang meratap mengharap percikan cinta-Mu
Engkau tahu
betapa jelaga nista terus memburu
dosa dan dosa dan dosa
melagukan sonata hawa nafsu
kelu lidahku untuk mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk menatap-Mu

Ya Allah…
Dalam gundah penuh ragu aku menghampiri-Mu
Menatap diriku sendiri yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa daku harus menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf batinku hanyalah kisah kepalsuan
Sungguh tiada yang mendesakku, kecuali sebuah pengampunan-Mu

Malam

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Langit senja mengukir sebuah mimpi
mentari menepi ucapkan salam untukmu
angin berhembus,hempaskan lelah

malampun beringsut tinggalkan senja
bintang perlahan menyembul,
dibalik himpitan awan biru
rembulan seakan msh enggan tuk menyapa

kubawa langkah tuk menggapai mimpi
pada malam kuucapkan salam
biarkan sejenak raga ini terlelap
untukku lepaskan lelah jiwa

Malam….
biarkan mimpi indah itu hadir menemani
karna esok belum tentu kubisa
bermimpi tentangmu…

Harapanku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Kubayangkan Keindahan Dunia,
Tak seindah keindahan di surga
Disanalan hidup damai harmoni
Abadi selama lamanya

Kuharapkan tuk mendapatkannya
Kehidupan bahagia di surga
Disanalah negeri kekal abadi
Tumpuhan kasih dari ilahi

Tuhan layak kah bagiku ke surga
Karena dosaku menutupinya
Mudahkan lah bagi hamba yg lemah
dan hina tuk mendapatkannya

Oh Tuhan inilah pengharapanku
Hambamu yang selalu penuh dosa
Kehidupan bahagia disana
Bersama orang orang yang tercinta

Tuhan ku harap tuntunanmu selalu
Tak mudah aku menuju surgamu
Hanya kepadamu aku meminta
Engkaulah segala galanya

Biarkan Aku Sekali-Kali Menangis

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku dapat menunggu
dan kemudian mendapatkannya.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku tak selalu
bisa menempuh caraku.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu walau kau disampingku,
kita bukanlah satu,
agar kubelajar bahwa kau tak perlu
selalu memberiku seluruh waktumu.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku mampu menghibur diriku,
agar kubelajar bahwa memprotes tidak
selalu mengubah segalanya.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
karena “menunggu” bukan berarti tiada kasih,
tapi justru lebih banyak kasih!

Terimalah Diriku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Terimalah diriku..
seadanya.
Bukan karena Aku sebenarnya dapat
menjadi atau bahkan bakal menjadi.
Terimalah diriku..
Terimalah sebagaimana diriku kini
tanpa syarat
dan seperti kenyataan yang ada.
Bilamana semua jendela hatimu
diwarnai sikap
kau belum menerimaku.
Pandanglah aku sebagaimana diriku
tanpa mengubah impianmu..
Sebagai manusia biasa, unik dan indah..
Bebas berkembang sebagaimana
benih di dalam diriku.
Terimalah diriku-
agar aku tak perlu menyiksa diri
menjadi sesuai dengan polamu.
Namun dengan kau menerimaku
aku akan tumbuh dan berkembang..

Rabu, 26 November 2008

Sahabatku....Aku Mencintaimu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Jauhku bergumul dengan awan pekat
hitam…. tak jelas akan rembulan yang mengintip
ingin menyimak kejadian bumi
langkahku gontai semakin melunglai

Fikirku dalam angan tak jelas
mencoba menterjemahkan kejadian tadi
kala kau menjamuku dengan mesra
diluar kebiasaan kita sebagai sahabat

Adakah aturan main yang lain disana?
bumbu manis apa yang ingin kau perlihatkan?
dari semua sentuhanmu tadi….
rasa cintakah atau sekedar nafsu belaka?

Aku memarahi kebodohanku sendiri
terlarut dalam kenikmatan yang kumaki saat ini….
Kami sahabat… pantaskah itu?
Terlalu….

Tapi ada gerak yang ingin meminta lagi
sentuhanmu membuat tubuhku menangih…
mungkin kau memperlakukanku begitu istimewa
diantara kelembutan dan perasaanmu yang tak pernah kau akui…

Apakah masih ada persahabatan disana?
kala kita memperlakukan semuanya dengan cara lain
cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat
dan bibirku kini hanya bisa terdiam…

Bila saja aku tak menangis saat itu
mungkin kita sudah lebih jauh
Bila saja tak ada rangkaian kata maaf darimu
mungkin kita sudah tidak dibumi lagi
berpijak pada keyakinan yang kita tinggalkan sesaat
berdansa dengan para iblis yang tertawa…

Aku menyayangimu sahabat…
seperti dulu…
Aku juga menyukaimu sahabat…
seperti dulu…

Dan aku tak ingin ini berakhir tanpa sebuah kata
akan kemana persahabatan ini dibawa
ketika kau diam bersama pertanyaanku
dan pengakuan tulusku
Bahwa aku juga mencintaimu

Aku Ingin Mencintaimu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Kala aku belajar untuk mencintai,
jangan pernah palingkan muka walau kau enggan menunggu,
kala aku mulai berada dalam galau,
genggam tangganku dan pastikan kau akan bersamaku selalu

Andai waktu menerpa kasih yang aku susun
bantulah aku menatanya kembali
Andai sengat matahari membuatnya kering
sirami ia kembali dengan kasihmu

Jangan biarkan teringsut kala aku mencoba untuk membuka hatiku
jangan berlari kala aku butuh matahari
Jangan pergi kala aku memintamu
untuk mengajarkan aku mencintaimu

Kamulah Kekasih Jiwaku

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Semoga kamu tahu apa maksudku….dari semua kata yang ku rangkai dan ku tulis ini aku memahamimu wie….
Tak ada kata lain selain pendapatmu adalah sahabat…
TAPI AKU INGIN UCAPKAN
“KAMULAH KEKASIH JIWAKU YANG KU ANGGAP SAHABAT KARENA KU CINTA KAMU DAN BESAR PULA KEINGINAN LEBIH UNTUK MENJAGAMU DI KEMUDIAN HARI”
Maaf jika memberatkan hatimu lagi,

Terimakasih,

Selasa, 25 November 2008

Kisah Cintaku ( bag 4 )

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Aku pernah mengenalmu, begitupun kamu pernah mengenalku

Kamu pernah berjalan disisiku, begitupun aku pernah melangkah seiring disisimu

Kita pernah saling tatap lalu tersenyum

Kita pernah saling bercerita lalu tertawa

Kita pernah saling ego hingga tumbuh pengertian

Kata Kita kini sudah jadi Aku dan Kamu

Kata jalan kita kini jadi jalanku dan jalanmu

Begitupun waktu kita kini jadi waktuku dan waktumu

Begitupun waktu kita kini jadi waktumu dan waktuku

Kemarin kamu dan aku masih ingat kenangan kita

Kenangan yang jadi prioritas utama kita untuk tersenyuman masing-masing

Kenangan yang jadi saksi bahwa keadaan kita saat itu begitu berharga

Hal itu masih berlaku hingga kita mencoba untuk seiring lagi

Seiring yang diakhiri dengan kenangan baru yang tak indah apalagi penting

Kenangan yang tak layak lagi untuk diingat oleh aku dan kamu

Sbab memang benar Cinta sama tak datang dua kali

Kenangan Cinta Terlarang

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Apakah salah jika aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain?,

Apakah salah jika aku ingin memiliki seseorang yang sudah mencintai orang lain?,

Apakah salah jika aku merindukan seseorang yang tidak pernah mengharapkanku?,

Apakah salah jika aku mengharapkan seseorang yang tidak merindukanku?,

Apakah salah jika aku berpaling dan pergi dari dirinya?,

Apakah aku salah?,

Apakah ini yang dinamakan Cinta Terlarang?,

Aku tidak tahu,

Aku bingung dan sendiri,

Adakah yang bisa menjawab?

Dari Cinta Untukmu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Sungguh sederhana tapi tak mampu terbahasakan

Pilu rasa saat bicara, membara, lalu dingin seketika

Hidup denganmu bak dineraka hanya itu kupunya tuk mewakili

Sungguh sederhana hingga saat bicara ku tak lagi rasa apa-apa

Karena kusadar kau hanya datang untuk sementara

Andai tak ada besok mungkin ku kan bahagia

Tak perlu mencumbumu, merayumu, mengingatmu

Meski kau mencibir,menghujat dan meragukanku

Kuingin ini berakhir tapi tak kulihat ujung

Kini kusadar bukan raga yang menolakmu

Tapi jiwa dan nafasku

Untuk itu mesti pilu ku kan slalu ada disampingmu

Senin, 24 November 2008

Cinta ( ungkapan cinta dari hati )

“Dari Hati Untuk Jiwa”

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Saat Perih Menghampiri

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Indahnya janji yang pernah terikrar
Manisnya cinta yang pernah tercipta
Bagaikan mimpi yang tak pernah berakhir
Sejak kau gantung cinta ini

Meski bibir tak mampu berucap
Meski mulut tak mampu berkata
Namun bulan dan bintang telah pahami
Betapa tulus cinta ini untukmu

Jika rindu ini menjenuh kanmu
Jika sayang ini menyakit kanmu
Jika cinta ini membuatmu menjauh
Aku rela engkau membenci cintaku

Bukannya hati ini tak sakit
Bukannya hati ini tak hancur
Bukannya hati ini tak perih
Hanya kepasrahan yang mengiringi

Terimakasih cintaku
Untuk kenangan yang pernah kau beri
Satu ikrar untukmu
Aku akan berada di jalan cintaku

Senin, 17 November 2008

SAHABAT


“Dari Hati Untuk Jiwa”

Wahai para sahabatku yang gembira
Rasakanlah pabila jiwa kalian merasakan indahnya persahabatan
Engkau bagaikan terhanyut dalam aliran sungai
Bahkan bisa tenggelam di dalamnya tanpa tertimbul
Bayangkanlah indahnya sahabat itu seperti air
Yang hempaskan dirimu dari kegundahan
Dan menyejukkanmu dari api kekesalan
Jika engkau tenggelam dalam eratnya sahabat
Katakanlah nama sahabat yang kalian maksud
Hiruplah indah sahabat kalian dengan segenap jiwa
Dia kan datang menarikmu dari ketenggelaman
Membasuhmu dari dinginnya sungai keruh
Dan menghangatkan kalian dengan segudang tawa
Rasakanlah bila kau tenggelam dalam eratnya sahabat
Hanya memendam rasa dan selamanya tertahan
Tertanam dalam di dasar sungai jernih
Jangan kalain diamkan perasaan itu
kegundahan kalian bisa membuatmu tersesak
Bahkan membuat hati lunglai tiada emosi
Coba tuk katakan sahabat dan pandanglah hasilnya
Bagai pedagang parfum bersahabat dengan pengembala
sang pengembala akan ikut bau wanginya parfum itu di tubuhnya
sahabat berlaku demikian
Namun tak berarti sahabat dapat dibeli ataupun dijual
Sedari kubermaksud bahwa sahabat harus saling mengerti dan menerima
Bukan alasan untuk menjauh, dan menghilangkan jejak selamanya
dengan itu engkau tak tenggelam lagi karena sahabat
Katakanlah dengan segenap rasamu apa yang kau rasa
Jangan sampai kalian menjadi lumpur di dasar sungai sahabat
Jadilah nelayan, agar kalian dapat menjaring sebuah persahabatan itu
Agar kalian mengerti, sahabat tersedia dan ada untuk kalian

All Sahabat Mercuku ( SAHABAT )


“Dari Hati Untuk Jiwa”

Bila kalian bersama dan membagi rasa
Suka, duka, canda, dan tawa
Mengapa kadang kalian terlihat lara???
Adakah yang memberatkan kalian itu...
Janganlah pernah kalian ingkari persahabatan ini
Pandanglah langit yang biru itu
Engkau tau diatasnya begitu penuh keindahan..
Sejuta bintang yang merangkai dalam sungai langit..
Yang selalu mengalir dalam indera manusia...
Mereka hadir tuk menerangi dan menguatkan..
Semua di sekelilingmu adalah surga
Dimana kau bersama sahabat penuh canda dan tawa
Kita yang selalu bersemangat, berjabat, dan merangkul erat
Dalam kebersamaan di kehidupan penuh juang
Walau ada satu hati yang sedih
Sahabatlah yang akan memberi sebuah canda
Penuh makna dengan beribu bahasa untuk membuatmu tertawa
Ku tak menghiraukan kalian kaum hawa atau adam
Agama, ras, budaya kalian berbeda denganku
Tapi ku hanya butuh kebersamaan kalian
Tuk menjaga persahabatan dan mempererat silaturahmi
Kalianlah sahabatku dan kalianlah teman studyku
Tak sebrapalah perjuangan kalian terkucur untuk itu...
Karena perjuangan kalian hanya pecah bagai kaca yang terbuang.
Haruskah.. haruskah kalian berkutik dalam kesendirian??
Pikirkanlah hidup yang sesingkat tali ini...
Kesendirian tak berikan apa-apa untuk kalian
Kelemahan kitalah, yang membuat kita kesepian...
Lihat sekeliling kalian...
Ada senyum, tawa, tangis dan duka...
Semuanya pun tlah kalian rasa bersama termasuk bersamaku
Mereka ada karena sahabat,sahabat ada karena mereka..
Janganlah merasa terbebani atas kesendirian
Dan tersenyumlah selalu pada dunia, mereka, dan sahabat
Katakanlah,"HIDUP INDAH KARENA SAHABAT"

Senin, 10 November 2008

Pilihan

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Percayakah kau dengan kebesaran hati
hati bergerak mengikuti kebenaran
ketika hati terlanggar
diri bergolak berontak
karena hati "ada" untuk menjaga diri
ketika hati terendam cinta kasih
diri dalam kedamaian hidup
mengingkari hati nurani
kegelisahan terjadi dan menampakan diri
tertangkap kamera mata
hati mulai bicara
menentukan pilihan hidup
pilihan yang membingungkan perasaan
kehancuranlah atau kedamaian yang di cari
bila kehancuran yang di pilih
itu pasti emosi
dan bukan dari hati
bila kedamaian yang terpilih itu psti hati
menuntun pikiran
kebesaran dan kesabaran hati itu adalah pasti
karena untuk menuntun jiwa ini
akan ku jaga hati ini
agar selalu milih kebenaran-Nya

Ku Ingin Punya Kasih Terkasih


“Dari Hati Untuk Jiwa”

pertemukanlah aku dengan kasihku
kasih yang menyejukan hati
kasih yang ingatkan diri
kemana langkah menuju di situ jalan-Nya ada
aku ingin jalan kita sama
sama dalam satu Tuhan
sama dalam mencari-Nya
sama dalam ungkapkan rindu pada-Nya
Pada-Nya menyerahkan keikhlasan hidup
hidup telah menjalin bersama
bersama lebih indah karena keindahan adalah sifat-Nya
bersama lebih kuat karena kekuatan milik-Nya
bersama lebih baik karena kebaikan itu darinya
semua terjadi karena keinginan dari-Nya
menjalin bersama dalam ruang rindu-Nya
rindu berdekatan dengan rahmat-Nya
aku telah bertemu kasihku di dunia
tapi aku mencari kasihku yang sejati
SELAMANYA....KINI DAN NANTI......

Air Mata Sedih Dan Bahagia


“Dari Hati Untuk Jiwa”

pada saat sang surya meninggalkan singgahsana,
maka cahayanya yang terang gemintang
di ambilnya pula dari taman taman.
lantas jemari sang rembulanpun mulai menari
di atas mahkota bunga bunga.
dan ketika itu diriku tengah duduk bersama diriku sendiri
duduk di antara pohon rindang
sekedar untuk merenung suasana
alam ciptaan tuhan
selayaknya melayangkan angan angan bertamasya
melewati celah celah ranting dan dahan
di antara bintang gemintang
yang bertebaran layaknya
intan permata atas
pernmadani biru nilam
aku pula yang mengerahkan
seluruh daya dan tenaga
dengan penuh rasa sabar
lantas berkembang melewati setiap halangan dan rintangan
memancarkan cahaya cahaya
yang memberikan kehangatan jiwa pada musim dingin
lantas kuncup kuncupnya bermekaran
dan bersemi ketika datang musim semi
sejuk semilirnya memberikan ketenangan
saat musim panas tiba
dan menghsilkan buah buahnya
ketika musim gugur tiba
maka diriku telah menjumpai cinta

Minggu, 09 November 2008

Tidak Ada Cinta

“Dari Hati Untuk Jiwa”

dari sekian banyak insan yang ku kenal
mereka bersenang karena perasaan
seperti terbang tanpa tujuan
yang mencari tapi tak tetap

mereka terkadang berlari menegjar matahari
tapi setiap kali mereka akan menyerah
dan akhirnya berhenti dan berganti dua tujuan
tak melihat yang di tinggal kecewa atau tidak

terkadang seseorang selalu berkorban demi mendapatkanya
tapi setiap kali hasilnya selalu berbalik
dia tak tahu apa yang kita cari dan kita butuhkan
tapi mereka mencari apa yang buatnya berarti

cinta itu adalah kesatuan
tapi mengapa cinta tercampur dengan kata kepuasan
mereka mendapat kepuasan dan mengartikan karena cinta
dan terbang tanpa tujuan adalah hal yang menggebirakan

aku mengartikan cinta itu suadah tidak ada
dalam kasih yang sempurna
hanyalah kepuasan memiliki rasa yang mereka sebut
dan meninggalkanya bila meraka bosan

Bahagiaku Saat Berpuisi

“Dari Hati Untuk Jiwa”

walau harus ku teteskan air mata
setiap ku gores pena untuk sebuah kata
dan menceritakan apa yang sedang terjadi
pada setiap langkah di diri ini

aku bahagia saat menulis
menangis tiada henti
karena saat menulis itulah diriku yang sadar
akan diriku pribadi

cinta itu tak ada lagi di dunia ini
hanya keadaan dan kebutuhan yang mereka cari
aku akan sendiri hingga mati
dengan menyisakan sebuah hati yang penuh cinta
inginku di hari hari terakhir yang ku tunggu
adalah sebuah kepastian yang tulus dari perasaan
tapi tak sedikitpun ku dengar kabar
bahwa cinta itu ada apa adanya
cinta itu ternyata sangatlah langka

dengan ini ku putuskan
aku akan sendiri hingga mati
dan kan ku ukir barisan cerita bagaimana caraku mencinta
dan bagaimana mengisahkan sebuah kesetiaan
karena akulah pemilik cinta yang murni
akulah seorang pecinta sejati
akulah seorang yang setia
dari situ bahagiaku akan ada saat ku duduk di kursi
sambil menulis cerita sehari hariku

Sabtu, 08 November 2008

Izinkanlah Cintaku Menyatu Dalam Hatimu

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Setelah sekian lama ku tunggu
Dan inginku akan sesuatu darimu
Akhirnya....
Senyuman yang kuharap darimu
senyuman sahabat yang selalu bawamu dekat denganku
Janganlah sampai hilang senyummu itu
Wahai sahabat yang ku cintai
Dan takan pernah ingin ku temukan kau pergi dari tatapanku
Dan pergi dariku hatiku yang sangat memujamu
Ini kan membuat diriku sepi akan sahabat baikku
Kini ku mulai lembaran baruku
Ingin ku ungkap dan kuberikan
Tentang misteri cintaku kepada sahabat wanitaku
Yang berawal hingga sekarang
Dan sering kali ku ucap pada dirimu
Wahai sahabat yang ku cinta dan ku puja
Sesegar wajahmu, sesegar parasmu
Sebegitu besar rasa cinta ini untuk memujamu
Kau yang selalu mempesona dalam jiwaku
Takan pernah bisa lari dari kenyataan cinta
Semanis senyumu, seindah rambutmu, dan selembut kulitmu
Ku rasakan ada kesegaran nafasmu yang menghembuskan cinta
Kau selalu menghiasi sisi hidupku
Engkaulah sahabat yang menjadi jiwa dan belahan hatiku
Keindahanmu tak pernah habis dari kehidupanku
Seketika ku cinta, sayang dan
tak lepas dari kemesraan dalam hati dan iman itu dari padamu
Ingin ku nyatakan dan ku berikan cinta ini
Hanya tuk peroleh segenap cinta dari hatimu
Yang kunantikan mampu menggantikan cinta masa laluku
Kini ku masih memendam rasa cintaku
Ku ingin berikan hanya untuk sahabat yang ku cintai
Wahai kau sahabat yang ku cinta
Ku beranikan untuk ungkap cintaku padamu
Sekalipun kau merasa tak pantas untukku
Kan ku ikhlaskan selalu untuk memberi cinta ini padamu
Sekalipun kau menolakku dan ku siap menerima itu
Hanya untukmu seorang sahabat mampu merasuk dalam hatiku
Dan sekalipun tak berkenan di hatimu
Dengan hati tulus ku akan selalu menjaga hatiku
Sebesar rasa hatiku yang kupunya hanya satu yang ingin ku ucap
Kau tahu, hingga kau bisa bersamaku
Dan kuharapkan kau mengetahuinya
Aku ingin kau bukan hanya sekedar menjadi sahabatku
Tapi bisa selalu bersamaku, dan bila kau mampu
Izinkanlah cinta ini merasuk dalam hatimu untuk menyatu

Ku Tahu Ku Akan Terluka

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Beribu alas an akan kau katakana
Dan beribu kata akan kau ucapkan padaku
Tapi entah mengapa diri ini sulit untuk membendungnya
Dari hati yang selalu pekat hitam
Ku yakin semua adalah karena cinta
Ku bisa cemburu karena ku cinta dia dan dia tak mencintaiku
Di saat persimpangan yang sama
Cinta lebih memilih sebagai kesempurnaan
Hidup yang bisa saling memberi
Malam ini ku temukan jalan sebuah cinta sempurna
Yang tak ku miliki
Hingga ku lontarkan beribu pertanyaan
Untuk ku dapati sebuah perasaanya yang sesungguhnya
Anatara teman dan teman
Karena di hatinya kosong tak ada cinta
Cintanya takan pernah kudapat
Dia yang mengharap kesempurnaan hati dan abadi
Kutahu diri ini dekat denganya
Tapi ku terus ingin coba merasuk ke hatinya
Walalu harus ada beribu cerita adam di hatinya
Ku tak peduli dengan hayal yang ku punya
Yakin dan kekuatan batinku aku adalah sahabatnya
Takan mungkin ku dapat cinta darinya
Dan dia akan bersama orang pilihanya
Sadarku akan amarahku pada batinku
Karena cinta pasti akan terluka
Dan kesadaranlah akan membawa kenangan bahagia

Rahasia Hatiku Padamu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Jiwaku tak ingin lagi
Menyembunyikan rahasia ini
Selama beribu hari telah kunanti
Dan selama ini
Yang kau tahu aku hanya sahabatmu
Dalam rahasia ini ku rangkum sebuah janji
Akan membawamu ke tempat dimana kau suka
Di tepian danau yang biru lazuardi
Saat itu pula kita kan berbincang tentang cinta
Ku manjakan dirimu dengan alunan kasih sayang
Ku genggam tanganmu di setiap kita melangkah
Dan dirimu akan tahu bahwa ku mencintaimu
Saat ini ku akan berikan hanya pada dirimu
Dengan segenap ketulusan
Aku mencintaimu
Katakanlah sayang padaku
Dan jangan kau panggil aku temanmu lagi
Karena semua rahasia aku sayang
Adalah aku mencintaimu
Dan ingin bersama denganmu di setiap
Desir langkahku

Rahasia Hatiku Padamu

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Jiwaku tak ingin lagi
Menyembunyikan rahasia ini
Selama beribu hari telah kunanti
Dan selama ini
Yang kau tahu aku hanya sahabatmu
Dalam rahasia ini ku rangkum sebuah janji
Akan membawamu ke tempat dimana kau suka
Di tepian danau yang biru lazuardi
Saat itu pula kita kan berbincang tentang cinta
Ku manjakan dirimu dengan alunan kasih sayang
Ku genggam tanganmu di setiap kita melangkah
Dan dirimu akan tahu bahwa ku mencintaimu
Saat ini ku akan berikan hanya pada dirimu
Dengan segenap ketulusan

Akhir Penantian

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Saat ini diriku terbuai
Dalam pengelanaan panjang
Di padang pasir lepas pemikiran
Untuk sekedar mencari pengganti
Sejauh pujaan hatiku
Yang kini bagaikan bayang bayang malam
Yang memberi kesan di atas rerumputan
Waktu berlalu penuh bisu
Hening dan tenang
Semua hanya bayang lalu dan semu
Aku yang selalu mendabakan kasih
Dan sayang dari sang kekasih yang terkasih
Pengelenaan panjangku tak berujung
Dalam sebuah penemuan cinta
Bayang bayang malam
Selalu kujadikan saksi bisu
Dalam akhir penantian
Cinta yang sejati

Bahagiaku Bersamamu

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Aku ada karena cinta
Cinta kasih yang tercipta
Penuh pesona dan selalu menebarkan harumnya
Wahai sahabat yang ku cintai…
Kau menuntunku pada lembah cinta
Kau yang terbaik buatku
Hingga kau mampu buatku tersipu
Dan terhanyut dalam lamunan mesra
Perhatian dan kesabaran yang kau berikan untukku
Bukan sekedar kata darimu
Tapi kau memberikan kesabaran kasih apa adanya
Bahagiaku bisa bersama denganmu
Ku selalu berharap
Aku dan dirimu bisa saling menjaga
Dalam kesatuan sahabat
Walau ku cinta dan ku mengharap kau kan mencinta juga
Tapi satu pintaku
Jaga agar kesucian dan sejatinya cinta
Tetap terjaga dan bertahan selamanya
Bersama bahagiaku walau ku tahu dalam sepenuh keyakinan
Kau takan pernah mencintaiku
Dan ku kan disini bersama diriku sendiri
Dan ku yang terbiasa seperti ini
Akan selalu bahagia dengan kenangan saat bersmamu

Kamis, 06 November 2008

Aku Ingin Jadi Kekasihmu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Setiap langkahku selalu ada senyum
Karenamu aku terbiasa untuk bisa
Karenamu aku selalu mendapat sesuatu yang beda
Berbeda dari yang beda biasa
Hingga membuatku sedikit demi sedikit mengerti
Akan hadirnya cinta yang bersemi kembali
Walau kau tak menegtahuinya
Tapi ku yakin dirimu merasakannya
Dariku yang mengubah sesuatu
Keindahan dalam hidupmu menjadi nyata
Dan bukan sekedar bias yang suatu saat hilang
Bila suatu hari nanti kau menegtahuinya
Bahwa hati ini adalah sempurna
Untuk kuberikan atas nama cinta
Dan mengubahnya menjadi bahagia
Yang utuh dan memercikan cahaya
Indah dalam kehidupan layaknya surga
Dengan itu ingin ku ucap
Bila kau berkenan aku ingin menjagamu
Memberikan cinta ini kepadamu
Dan ku ingin buatmu bahagia denganku

Cinta Bersama Hujan

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Ku dengar suara gemuruh dari langit
Saat itu ku tak mampu berjalan
Ku terdiam di bawah pohon bersama lamunanku
Sendiri tenang berdiri menanti
Hujan yang membawa kehangatan dalam jiwa
Karena hujan jiwaku terisi lamunan cinta
Di bawah pohon yang besar
Ku menggigil kedinginan
Tapi jiwa ini tetap hangat karena hujan
Cinta memang tak pernah memandang
Siapa dan bagaimana dirinya
Seperti diriku yang terkena hujan
Ragaku kedinginan tetepi jiwa tetap hangat
Karena kau selalu ada dalam jiwa penuh cinta
Cintaku padamu adalah kesucian dalam bahagia
Bersama jiwa yang menanti cintanya kembali
Saat diri ini kehujanan dan menggigil kedinginan

Ingin Lebih Mencintai-Nya

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Saat kau pergi dari hatiku
Aku pernah begitu berharap padamu
Untuk kembali menemani kesepianya diriku
Dan memberi sejuta mimpi indah bersamamu

Aku yang pernah serahkan segalanya untukmu
Aku pernah bahagia bersamamu
Aku pernah begitu cinta padamu
Dan aku pernah begitu merindumu

Tapi kasih…
Aku juga pernah merasa kehilangan dirimu
Aku juga pernah merasa kecewa padamu
Aku yang pernah menangisi dirimu
Tapi itu dulu

Sekarang dalam usahaku
Adalah melupakan kenangan itu
Karena ku tahu
Sang Penciptalah yang paling mengerti tentangku

Sekarang aku tak mau putus asa karenamu
Sekarang aku tak mau melupa Dia karenamu
Aku ingin selalu bersama-Nya karena sesuatu
Yang ada diriku Dia tak pernah kecewakanku

Pujaanku Menjadi Ibu

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Dulu bahkan hingga sekarang ku masih mencintaimu
Karena kau begitu berarti buatku
Dan kau begitu ku cintai hingga ku rela
Untuk sendiri sampai saat ini
Kini saat kau menjadi ibu
Kau berdarah bukan karena kau marah
Kau menjerit bukan karena ku sakiti
Kau berjuang bukan melawanku
Kau lemah saat kau melahirkan
Kau berjuang demi sang penghuni baru
Yang akan salalu kau perjuangkan
Untukmu, suamimu dan anakmu yang baru
Sesuatu kabar yang menjadi kebahagiaanku juga
Kau telah di berkahi titipan Ilahi
Yang akan kau jaga dia
Akan kau didik dia
Untuk selalu mengenal Pemilik dirimu
Yang hakiki
Kau persiapkan dia untuk selalu bertemu Pemilikmu

Ketakutanku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

ku melihat ke atas menatap tajam ke arah langit
yang hitam pekat karena gumpalan awan yang hitam pula
di sini ku duduk dengan ketakutan kelamnya langit itu
hari sudah menjelang malam dan diriku tetap berdiri sendiri
tanpa teman dan tanpa bayang yang menemani
hatiku kosong tapi tak sepekat langit sekarang
yang menampakan keangkuhan dari hitamnya dunia
dari hati kosongku mengatakan
ku tak mau merasuk dan menggabung untuk menjadi halilintanya
yang akan merusak alam labih kejam dari sang topan
kini di sertai hujan lebat
membawa jiwa ini ke dalam dinginya rasa
hingga membisukan sebuah ucapan dan menentangkan
kata yang tak ingin di ucap
yang akhirnya keluar lewat teriakan dan jeritan lentang
karena hati ini takut untuk sekedar menoleh
melihat kelamnya malam, dinginya hujan dan halilintar yang ganas