Senin, 10 November 2008

Air Mata Sedih Dan Bahagia


“Dari Hati Untuk Jiwa”

pada saat sang surya meninggalkan singgahsana,
maka cahayanya yang terang gemintang
di ambilnya pula dari taman taman.
lantas jemari sang rembulanpun mulai menari
di atas mahkota bunga bunga.
dan ketika itu diriku tengah duduk bersama diriku sendiri
duduk di antara pohon rindang
sekedar untuk merenung suasana
alam ciptaan tuhan
selayaknya melayangkan angan angan bertamasya
melewati celah celah ranting dan dahan
di antara bintang gemintang
yang bertebaran layaknya
intan permata atas
pernmadani biru nilam
aku pula yang mengerahkan
seluruh daya dan tenaga
dengan penuh rasa sabar
lantas berkembang melewati setiap halangan dan rintangan
memancarkan cahaya cahaya
yang memberikan kehangatan jiwa pada musim dingin
lantas kuncup kuncupnya bermekaran
dan bersemi ketika datang musim semi
sejuk semilirnya memberikan ketenangan
saat musim panas tiba
dan menghsilkan buah buahnya
ketika musim gugur tiba
maka diriku telah menjumpai cinta

Tidak ada komentar: