Selasa, 05 Agustus 2008

“MALAM INI”pecundang GAGAL

"malam buruk"

Malam penuh dusta dan penuh kecewa
Malam seram telah kulihat…..
Bayang semu telah jadi nyata…
Apakah kau merasa
Aku bukan manusia
Yang hanya patut kau beri rasa kecewa…
Apakah kau senang melihat saudaramu gagal????
Lihatlah dirimu wahai para pengajar….
Kau terlalu gampang memberi suatu kekecewaan…
Aku adalah aku
Aku yang berdiri dia atas bukit…
Kau hilangkan aku, dan terjunkan aku
Ke dunia yang penuh kemurkaan
Dengarlah wahai pengajarku,,,,
Inikah yang patut aku terima????
Andai manusia bisa saling mengerti
Diriku yakin semua bisa untuk berlanjut dengan baik
Diriku sekarang harus mengemban beban
Tak ku kira beban ini terlalu berat
Sampai jalanpun merangkak….

Aku….
Aku….
Menangis atas diriku yang seperti pecundang.
Kapankah semua bisa ku raih dengan sempurna???
Hanya kesabaran dan tak lupa setia akan waktu yang baik


“SELAMAT BERJUANG SOBAT””

BANGSAAAAAA…..AAAAAT!!!!!

"hari yang buruk"

Dunia menjadi neraka di batinku
Hari yang kuharap indah
Berubah menjadi kalbu
Dan gelap gulita
Pikiranku mulai suram
Batinku terbakar oleh lautan api.

Kenapa hari ini menjadi hari terburuku
Aku gagal untuk melangkah
Tak kusangka beban hidupku tak bisa ku kalahkan
Dengan kebaikan
Aku harus kembali ke awal
Ya,,, harus kembali ke awal

Aku gagal
Aku gagal
Bagai sampah berserakan tiada arti
Malam ini sungguh malam yang jahanam
Ku dengar, kubaca, ku lihat,
Ternyata nyata di hadapanku semua
Aku harus teriak dengan lentang…
Supaya hati lebih tenang

HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…….AAAAAAAAAAA!!!!!!!

SELAMAT TINGGAL TEMAN,DI ANTARA INI KITA HARUS BERPISAH UNTUK PERBAIKI DIRI KITA SENDIRI….

“Hanya perjuangan dan kemauan keras yang akan meneruskan jalan sukses kita”

Dalam Kesedihan Tetap Bangkit

"duniaku indah karena ada cinta"

Setiap kali kuingin melangkah..
Lubang besar slalu menarikku ke dalam..
Tapi kutetap berusaha tuk meloncatinya..
Agar kutak selamanya terjebak...
Setiap kali aku terjatuh...
Air mata dan sakit hati berceceran..
Membuat lukaku tersayat kembali..
Dan hilangkan semua rasa di jiwa..
Namun kutetap berusaha tuk bangkit kembali..
Coba lari dari ketakutan..
Dan menghampiri dunia dengan senyuman..
Agar semua orang tau akan satu hal..
Kutakkan pernah berputus asa dalam cinta..
Sekalipun aku terjatuh begitu tinggi..
Aku kan tetap bangkit demi cinta..
Karena semua, cintalah yang memberikan..
Kekuatan, keabadian dan bahagia..
Adalah anugerah dari pohon surga asmara..
Tiada duka kan kusiratkan pada dunia..
Agar mereka tak menertawakanku..
Hingga aku terpandang, di mata langit yang biru...

Kubanggakanmu, Sahabat

"Hidup ini indah karena Cinta"

Sahabat...
Yang setia temani dalam khayalku..
Yang setia hilangkan sepiku..
Mencariku dalam keperluannya..
Mematahkan persoalan satu sama lain..

Ya..sahabat sejati...
Sahabat yang sanggup mencintai..
Sahabat yang slalu memberi..
Engkau slalu terkenang..
Karena engkau tak sendiri..
Engkau bersamaku, kita bersama..

Kau kubanggakan, sahabat..
Entah pria ataupun wanita..
Kalian setia temani aku slalu..
Memberikan sgala ratusan suka..
Dan menepiskan berjuta luka..
Selama sahabat, kita takkan pudar..
Penuh warna dan gejolak muda..
Slalu bersama, itulah abadinya...
Kubangga...sungguh kubangga...

Sahabat Baik

"Hidup ini indah karena Cinta akan Persahabatan"

Kerlap kerlip keindahan cahaya bintang...
Sebegitu indahnya bagaikan sinar persahabatan..
Yang terpancar dari ketulusan dan cinta..
Keagungan yang terjalin dalam kebersamaan..
Kurasakan indah dan hangat merasukiku...
Seakan bayang-bayang hari tak hilang sia-sia..
Kita berteman dan saling memberi..
Merangkai kata tuk mengetahui arti..
Bahwa persahabatan kita abadi adanya..
Laksana lautan yang tak henti surut...
Begitu pula lautan kasih kita terbendung...
Bersama kita lalui dengan kekompakan..
Bersama kita lewati semuanya...
Trima kasih atas yang engkau berikan..
Sahabat yang baik dan jadi penolong..
Di kala kukesepian dan penuh keresahan..
Teman berbagi hati di kala kesedihan..
Sahabat yang menjelma dalam hariku..
Sahabat yang tak ragu demi percaya...
Buat kita semakin erat dalam kasih ini..
Sahabat...engkau yang terkasih..
Trima salamku tuk ungkapkan semua..
Rasa terima kasihku atas ketulusanmu..
Tuk temani hariku dalam pertemanan..
Selama bersahabat...engkau kuandalkan...
Dan pasti kaupun mengandalkanku..

Kunanti Dalam Janji Setia

"Hidup ini indah karena Cinta"

Canda dan tawamu kembali terngiang dalam sanubariku..
Hati kecil ini ingin meronta karena kerinduan...
Rasa yang tertahan bagaikan tertimpa langit...
Ingin kukerahkan semua tuk lepas dari ini semua...
Namun apa daya, semua itu sia-sia belaka...

Sayangku, aku tak sanggup menahan rindu ini...
Beratnya hatiku tuk lepaskan dirimu...
Yang jauh dan kutakut tuk kehilanganmu...
Duhai sayangku, katakanlah padaku...
Bilakah kau datang dan bersamaku kembali..

Walaupun 1000 tahun, aku kan tetap menantimu...
Walau bumi goncang, cinta ini takkan pernah goyah..
Segala keraguanku tak tersirat karena cintamu
Janji yang kita pegang bersama takkan lepas...
Selama kita saling percaya dan setia..

Oh kasih, pabila saatnya tiba kau kembali..
Aku kan datang dan berlari dalam jalan itu...
Tuk menggapai dirimu yang tlah aku rindukan....
Sampai jiwaku tak mampu bernafas lagi...
Engkau kan tetap jadi hiasanku....
Selamanya hingga aku mati....

selamat pagi

Selamat Pagiku Ke Dunia Dan Kekasih
"Hidup ini indah karena Cinta"

Pagi ini, bumi kembali terhangatkan..
Oleh cahaya mentari yang tak henti bersinar...
Lihatlah sayangku, betapa nikmatnya pagi ini...
Udara yang segar dengan embun yang sejuk..
Rerumputan yang wangi nan hijau bertumbuhan...

Sang Angin yang sedari berjalan-jalan...
Melewati setiap derap langkah sang Penjuru...
Sekedar tuk melambai kepada sang daun...
Yang pagi ini masih terpejam dalam kedinginan...
Tak mampu membuka matanya yang masih terlelap...

Sang Purnama yang seharian menerangi bumi...
Ingin menutup tabirnya pula...
Dengan cahaya yang semakin sirna...
Menunggu saatnya tiba tuk bersinar kembali...
Ya, berganti jaga dengan sang Surya di pagi ini...

Bagaikan mengakhiri setiap detik dan waktu...
Aku berjalan dalam keheningan ini...
Hanya menatap bintang di dalam birunya langit...
Bintang itu, engkau yang kusayangi...
Untuk ucapkan rasa sayangku yang selalu ada...
Hanya untukmu, di dalam pagi yang lalu hingga kini...

Hari Kemarin, Sekarang, Dan Esok

Hari Kemarin, Sekarang, Dan Esok

Shubuh ini,
Kubuka mataku seirama fajar yang menggelinding menyongsong senja,
begitu pun asaku terlukis dari hari ke hari
mengharap ta'arufmu hingga kini di ujung galah usiaku
yang hampir seperempat abad.
Sukmamu yang melanglang
menjemput sukmaku di sini,
menguatkan tegarku akan kebesaran Illahi.

Tak jauh berbeda nasibku denganmu,
bagaimana mungkin kau bisa mendampingiku
andai saat ini kau tak setegar karang,
bagaimana kau merangkul pundakku
jika saat ini jiwamu hanya serapuh puing-puing yang berserakan....

Sebanyak hitungan nafasmu saat ini,
kau mampu menjaga kesabaranmu,
aku yakin kau pun lebih mampu memeliharanya
karena itu yang akan mengantarkan ta'arufmu padaku.

Jangan pernah berpikir bahwa dirimu hidup sendiri,
karena aku tak pernah bersembunyi,
mungkin Allah masih memisahkan kita sementara waktu
agar kita lebih mampu mendewasakan diri.

Apakah tak cukup bukti akan kesetiaanku?
Lihatlah kerutan hari mengurangi detik demi detik
bilangan usiaku yang entah tinggal berapa,
melukis helai rambut yang mulai berubah warna....

Terima kasih atas do'amu untukku.

Semoga Allah senantiasa menjaga kesabaran di hati kita,
menyempurnakan setengah dien kita, dalam ridho dan cinta kasih-Nya.

Aamiin ya rabbal aalamiin.