Kamis, 06 November 2008

Aku Ingin Jadi Kekasihmu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Setiap langkahku selalu ada senyum
Karenamu aku terbiasa untuk bisa
Karenamu aku selalu mendapat sesuatu yang beda
Berbeda dari yang beda biasa
Hingga membuatku sedikit demi sedikit mengerti
Akan hadirnya cinta yang bersemi kembali
Walau kau tak menegtahuinya
Tapi ku yakin dirimu merasakannya
Dariku yang mengubah sesuatu
Keindahan dalam hidupmu menjadi nyata
Dan bukan sekedar bias yang suatu saat hilang
Bila suatu hari nanti kau menegtahuinya
Bahwa hati ini adalah sempurna
Untuk kuberikan atas nama cinta
Dan mengubahnya menjadi bahagia
Yang utuh dan memercikan cahaya
Indah dalam kehidupan layaknya surga
Dengan itu ingin ku ucap
Bila kau berkenan aku ingin menjagamu
Memberikan cinta ini kepadamu
Dan ku ingin buatmu bahagia denganku

Cinta Bersama Hujan

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Ku dengar suara gemuruh dari langit
Saat itu ku tak mampu berjalan
Ku terdiam di bawah pohon bersama lamunanku
Sendiri tenang berdiri menanti
Hujan yang membawa kehangatan dalam jiwa
Karena hujan jiwaku terisi lamunan cinta
Di bawah pohon yang besar
Ku menggigil kedinginan
Tapi jiwa ini tetap hangat karena hujan
Cinta memang tak pernah memandang
Siapa dan bagaimana dirinya
Seperti diriku yang terkena hujan
Ragaku kedinginan tetepi jiwa tetap hangat
Karena kau selalu ada dalam jiwa penuh cinta
Cintaku padamu adalah kesucian dalam bahagia
Bersama jiwa yang menanti cintanya kembali
Saat diri ini kehujanan dan menggigil kedinginan

Ingin Lebih Mencintai-Nya

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Saat kau pergi dari hatiku
Aku pernah begitu berharap padamu
Untuk kembali menemani kesepianya diriku
Dan memberi sejuta mimpi indah bersamamu

Aku yang pernah serahkan segalanya untukmu
Aku pernah bahagia bersamamu
Aku pernah begitu cinta padamu
Dan aku pernah begitu merindumu

Tapi kasih…
Aku juga pernah merasa kehilangan dirimu
Aku juga pernah merasa kecewa padamu
Aku yang pernah menangisi dirimu
Tapi itu dulu

Sekarang dalam usahaku
Adalah melupakan kenangan itu
Karena ku tahu
Sang Penciptalah yang paling mengerti tentangku

Sekarang aku tak mau putus asa karenamu
Sekarang aku tak mau melupa Dia karenamu
Aku ingin selalu bersama-Nya karena sesuatu
Yang ada diriku Dia tak pernah kecewakanku

Pujaanku Menjadi Ibu

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Dulu bahkan hingga sekarang ku masih mencintaimu
Karena kau begitu berarti buatku
Dan kau begitu ku cintai hingga ku rela
Untuk sendiri sampai saat ini
Kini saat kau menjadi ibu
Kau berdarah bukan karena kau marah
Kau menjerit bukan karena ku sakiti
Kau berjuang bukan melawanku
Kau lemah saat kau melahirkan
Kau berjuang demi sang penghuni baru
Yang akan salalu kau perjuangkan
Untukmu, suamimu dan anakmu yang baru
Sesuatu kabar yang menjadi kebahagiaanku juga
Kau telah di berkahi titipan Ilahi
Yang akan kau jaga dia
Akan kau didik dia
Untuk selalu mengenal Pemilik dirimu
Yang hakiki
Kau persiapkan dia untuk selalu bertemu Pemilikmu

Ketakutanku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

ku melihat ke atas menatap tajam ke arah langit
yang hitam pekat karena gumpalan awan yang hitam pula
di sini ku duduk dengan ketakutan kelamnya langit itu
hari sudah menjelang malam dan diriku tetap berdiri sendiri
tanpa teman dan tanpa bayang yang menemani
hatiku kosong tapi tak sepekat langit sekarang
yang menampakan keangkuhan dari hitamnya dunia
dari hati kosongku mengatakan
ku tak mau merasuk dan menggabung untuk menjadi halilintanya
yang akan merusak alam labih kejam dari sang topan
kini di sertai hujan lebat
membawa jiwa ini ke dalam dinginya rasa
hingga membisukan sebuah ucapan dan menentangkan
kata yang tak ingin di ucap
yang akhirnya keluar lewat teriakan dan jeritan lentang
karena hati ini takut untuk sekedar menoleh
melihat kelamnya malam, dinginya hujan dan halilintar yang ganas