Minggu, 31 Agustus 2008

Malam Pertama Ramadhan 1429 H

"setia waktuku"

Tak terasa waktu telah berputar cepat
Hingga ku tersadar bahwa bulan yang dinanti telah tiba
Detik-detik rhamadanpun telah ramai berkumanadang
Saat tiba perdana sujud shalat tarawih, dan
Saat orang-orang pun sibuk melangkah menuju rumah Allah
Akhirnya aku bisa melihat bulan penuh cahaya suci ini
Kadang terpikir sejenak
Akan seperti apakah hidupku bila nafasku tak sampai besok
Aku takut akan dosa, ingkar dan semua yang terhubung murka angkara
Di sini ku menangis akan kesadaranku
Akulah manusia yang harus selalu bersyukur
Dan sadarku membawa samapai saat detik ramadan tiba kembali
Malam ini aku akan terus berdzikir
Dan bersujud atas sembah syukurku kepada-Mu
Dunia telah ramai dengan datangnya bulan seperti ini
Inilah kebangkitan dari segala umat islam
Dan sucikan selalu dalam bulan ramadhan ini
Malam pertama untuk-Mu kuharap akan selalu suci di jalanmu
Hingga akhir malam takbir nanti
”Amin Ya Robbal Alamin”

Penjelajah Cinta

"setia waktuku"

Aku menjejakkan langkahku..
Mengisi hariku dalam bingkisan kata...
Yang teruntai bagaikan aliran air..
Yang tercurah bagaikan rintikan hujan...
Demi semua orang yang merasakan cinta...
Ku mencinta dan tiada akhir cintaku..
Kumerasakan cinta, dan kuberbagi cinta...
Pada setiap insan yang memerlukan cinta..
Ah, apa daya jikalau dunia tanpa cinta?
Hidup ini hanya puing reruntuhan belaka...
Harga diri dan kehormatan tak lagi bermakna...
Karena cinta sudah tiada jadi ukuran...
Karena kuhidup dalam aliran cinta,
Hidup matiku kukorbankan demi cinta...
Selama kumasih memiliki hati,
Selama kumasih bisa merasa,
Takkan ada yang tak berarti...
Kefanaan tertutup rapi dalam bingkisan cinta..
Dan ketahuilah selalu, hidup bersama cinta..
Lebih manis dari pada gula,
Lebih indah dari pada matahari terbenam...
Inilah aku...sang pengembara cinta,
Melalui siapapun, aku mengadu cinta...
Berbagi cinta dan mencari cinta..
Yang sejati dalam arti abadi...

Aku Jatuh Cinta Lagi

"setia waktuku"

Aku jatuh cinta lagi...
Cintaku melayang-layang ke langit surga..
Ragaku seakan mati di mabuk kepayang...
Lebih memabukkan dari pada anggur...
Engkau kasih, sayangku, cintaku...
Kau buatku bahagia di sela kedamaianku...
Engkau melengkapi arti dunia dengan kilaumu...
Lonjakan gairah hidup bertambah tinggi...
Seakan kudapatkan kekuatan di setiap waktu...
Begitu kuat dan kurasakan begitu dalam...
Hati kecilku girang dan berdetak keras...
Menikmati indahnya parade simponi kalbu...
Kutertidur dalam mimpi yang nyata...
Menari riang mengikuti irama cinta...
Yang serasi, bagi semua insan yang merasa...
Langkah kakiku kuteruskan terjejak...
Hingga kutak rasakan lagi raga ini hidup...
Tapi kebahagiaan cinta bisa kubawa..
Kubungkus rapi hingga akhir dunia...