Jumat, 05 September 2008

Penantian Dalam Janji Cinta Abadi

"setia waktuku"

Mengertilah kasih yang terkasihku
Aku menuliskan puisi ini di iringi air mata
Aku terlalu merindukanmu
Sejak kau hilang dari peraduan cintaku
Aku mersa kesepian akan kasih tercintaku
Bahkan mata ini buta tak mampu untuk menatap
cinta yang seiring waktu selalu ada yang menepiskan cinta untukku
diriku tahu kau sekarang bersamanya
Semua karena pakasaan dari kedua orang tuamu
Sungguh tak kuasa hati ini menahan sedih
Karena ku tahu
Hilangnya dirimu takan mungkin bisa kembali di peraduan cintaku lagi
Saat ini ku sangat merindukanmu
Yang terlelap dalam diammu
Bahkan untuk sekarang
Tak mungkin kau akan mengingat janji kita dahulu
Dan tak mungkin juga akan kau kenang dan kau ukir dalam hati lagi
Derai tawa dan juga air mata kita
bahagia dan kecewa
Yang mengisi hari-hari kita bersama
Pagi hingga sore tiba
Ku beri makna untukmu
Kini ku hanya bisa kirimkan salam ke hatimu
Tapi tak mungkin lagi sampai menerobos ruang hatimu
Untuk mengingatku kembali
Meski hanya dalam mimpimu
Dan karena itu mengertilah
Seseorang dan itulah aku yang akan menunggu dengan abadi
Di sini hanya untuk kamu seorang