Jumat, 22 Agustus 2008

Asmara

"setia waktuku"

Terhempas aku dalam asmara
Bersama kabut gulana terasa menyelimutiku...
Dunia serasa surga bila kudekat dirinya..
Aku tak mampu menahan rasa ini...
Dia begitu manis, dan parasnya membuatku tenang...
Jiwaku hilang ke tempat yang lain...
Aku menikmati siksa cinta ini...
Sakit, namun begitu indah untuk dihiraukan
Sayang, 1 hari bagaikan 1000 tahu bagiku...
Kuingin menatapmu terus dan terus...
Hingga kubenar-benar terjerat...
Dalam sangkar cintamu yang terbuat dari emas..
Aku cinta padamu...

Akulah Pujangga Cinta

"setia waktuku"

Oh kasih,,,bidadariku...
Engkau begitu indah hingga ke nadiku...
Setiap helai tingkahmu buatku terpesona...
Cantikmu bagaikan bulan purnama
Indahmu seperti kelap-kelip bintang..
Rambutmu bagaikan derai aliran sungai...
Kulitmu begitu halus bagaikan batu pualam...
Garis matamu, alismu seperti bulan sabit
Oh...indahnya dikau kasih...
Membuatku mati di mabuk asmara...
Kusungguh terbuai dan terlena akan dirimu..
Sanggupkah aku menggapaimu pabila hasratku beradu
Sungguhku, tak layak di hadapmu, Tuan Putriku..
Inginku miliki...betapa inginnya..
Sekiranya engkau mau, oh pujaan...apapun jua..
Langit ini kan kuberikan padamu...
Pelangi ini kujadikan permadani langkahmu...
Karena engkau, engkau sang bidadariku...
Kuingin miliki indahmu...
Sampai kumati, kuakan puja dikau...
Apapun yang terjadi... oh bidadariku...
Terimalah persembahanku ini...

Ungkapan Janji Setia

"setia waktuku"

Aku jauh darimu...
Tapi rasakanlah hatiku selalu ada padamu..
Aku selalu memanggil namamu di sela lamunan...
Kupandang wajahmu pada bingkai fotomu..
Kau tersenyum padaku..seolah dikau ada dan hadir
Aku merasa kesepian, tapi hadirmu selalu ada..
Engkau tak pernah terhapus dan tak tergantikan..
Inilah cinta sejati... cinta yang slalu setia..
Meskipun terpisah tebing nan tinggi...
Kudapat tetap meraih jemarimu dalam hati...
Meskipun terhalang gunung yang besar...
Cintaku lebih besar lagi dari itu...
Apapun yang terjadi padaku...janganlah ragu...
Sayang...engkaulah nafasku...detak jantungku..
Aku rasakan itu semua, dalam hatiku...
Sungguh sayangku... walau ragamu tak di sini...
Tapi kehadiranmu dapat kurasakan...
Senyummu, parasmu, suaramu, engkaulah itu...
Tak ada yang serupa dengan dikau...
Kita tlah setia...dan selamanya kan setia..
Tak kan mendua...itulah sumpahku...

Sesalku Atas Mengabaikan Cintamu

"setia waktuku"

Terkatung aku, bagaikan kapal yang kandas..
Jika kutahu, dia ada rasa cinta padaku...
Tak mungkin kubisa, sia-siakan dia pergi...
Kini ku sesali...begitu nyata cintamu...
Tapi aku, kutak pernah mengerti akan perasaanmu..
Kukira kau bercanda, kusangka hanyalah gurauan..
Tak kuduga, dikau cinta aku dan pendam rasamu..
Aku tak dapat membaca hatimu oh kasih...
Tak kuhiraukan, karena ku tak mengerti...
Kuingin belajar mencinta, dan membaca hati....
Tapi semuanya sia-sia.. aku kehilangan dikau...
Aku menyesal.. dan kusadari... kukehilangan...
Andaikan aku tau, bahwa engkau mau padaku...
Pastikan kuberikan cintaku padamu...
Karena kupun cinta dan sayang padamu...
Betapa bodohnya aku.. aku merana dan kecewa...
Pada diriku... yang tlah menyia-nyiakan cintamu

Angin Cinta Di Musim Semi

"setia waktuku"

Di musim semi aku bernyanyi riang...
Nyanyikan kidung cinta yang membaur dalam simfoni
Angin cinta membelaiku lembut...
Selembut sutra membungkus jantungku...
Cinta turun menghujani jiwaku...
Segarkan rumput-rumput hatiku yang menguning..
Dahulu ku gersang, cinta datang memupuk hatiku...
Tertanam bibit-bibit asmara di segaranya...
Cinta tlah berbuah di musim semi...
Harumnya dedaunan terbawa dalam kegiranganku...
Kupetik sekuntum mawar di taman cintaku...
Kuhirup dan kurasakan semerbaknya mawarku...
Merahnya buatku terpana, hatikupun memerah...
MErekah di musim semi..oh indahnya..
Kupu-kupu, temanilah aku menari dalam asmara...
Aku mabuk dan terbuai begitu hangat...
Menikmati mentari bersama para malaikat cinta...
Betapa indah...oh CIntaku di musim semi...

Makna Dalam Cinta Suci

"setia waktuku"

burung bunrung berdawai menyambut sang surya
suara adzan perlahan hilang dari seluruh sudut surau
kumbang mulai mengembara mencari madu
bunga bermekaran di pagi yang indah

kelopak bunga menutupi madu dari sengatan lebah
langkah jiwa mengembara mencari arti cinta
dari setiap sisi yang selalu berbeda
terselimuti kabut penuh duka

mataku terbuka melihat kain putih terlipat
mulutku terkunci tanpa harus berucap
tanganku kaku tak lagi mampu bergerak
ketika cinta datang hampir kudapat

terlindungi kasih sayang aku melangkah
mendapatkan cinta yang penuh makna
terbalut duka ku mulai membuka raga
terlindungi kerudung suci cinta sejati

kuberbagi suka dan duka dalam cinta
mencoba saling mengerti dalam jiwa
melindungi kata dan raga dari noda
agar cinta berjalan apa adanya

kejujuran terpatri dalam hati
mendapatkan kasih sayang yang sejati
kerudung suci cinta selalu melindungi
dari kepala hingga telapak kaki