Sabtu, 29 November 2008

Kemurnian Cinta Dan Kepasrahan Pada-Nya

“Dari Hati Untuk Jiwa”



Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

Do'a

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Ya Allah… Inilah hamba-Mu
yang meratap mengharap percikan cinta-Mu
Engkau tahu
betapa jelaga nista terus memburu
dosa dan dosa dan dosa
melagukan sonata hawa nafsu
kelu lidahku untuk mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk menatap-Mu

Ya Allah…
Dalam gundah penuh ragu aku menghampiri-Mu
Menatap diriku sendiri yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa daku harus menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf batinku hanyalah kisah kepalsuan
Sungguh tiada yang mendesakku, kecuali sebuah pengampunan-Mu

Malam

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Langit senja mengukir sebuah mimpi
mentari menepi ucapkan salam untukmu
angin berhembus,hempaskan lelah

malampun beringsut tinggalkan senja
bintang perlahan menyembul,
dibalik himpitan awan biru
rembulan seakan msh enggan tuk menyapa

kubawa langkah tuk menggapai mimpi
pada malam kuucapkan salam
biarkan sejenak raga ini terlelap
untukku lepaskan lelah jiwa

Malam….
biarkan mimpi indah itu hadir menemani
karna esok belum tentu kubisa
bermimpi tentangmu…

Harapanku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Kubayangkan Keindahan Dunia,
Tak seindah keindahan di surga
Disanalan hidup damai harmoni
Abadi selama lamanya

Kuharapkan tuk mendapatkannya
Kehidupan bahagia di surga
Disanalah negeri kekal abadi
Tumpuhan kasih dari ilahi

Tuhan layak kah bagiku ke surga
Karena dosaku menutupinya
Mudahkan lah bagi hamba yg lemah
dan hina tuk mendapatkannya

Oh Tuhan inilah pengharapanku
Hambamu yang selalu penuh dosa
Kehidupan bahagia disana
Bersama orang orang yang tercinta

Tuhan ku harap tuntunanmu selalu
Tak mudah aku menuju surgamu
Hanya kepadamu aku meminta
Engkaulah segala galanya

Biarkan Aku Sekali-Kali Menangis

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku dapat menunggu
dan kemudian mendapatkannya.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku tak selalu
bisa menempuh caraku.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu walau kau disampingku,
kita bukanlah satu,
agar kubelajar bahwa kau tak perlu
selalu memberiku seluruh waktumu.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku mampu menghibur diriku,
agar kubelajar bahwa memprotes tidak
selalu mengubah segalanya.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
karena “menunggu” bukan berarti tiada kasih,
tapi justru lebih banyak kasih!

Terimalah Diriku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Terimalah diriku..
seadanya.
Bukan karena Aku sebenarnya dapat
menjadi atau bahkan bakal menjadi.
Terimalah diriku..
Terimalah sebagaimana diriku kini
tanpa syarat
dan seperti kenyataan yang ada.
Bilamana semua jendela hatimu
diwarnai sikap
kau belum menerimaku.
Pandanglah aku sebagaimana diriku
tanpa mengubah impianmu..
Sebagai manusia biasa, unik dan indah..
Bebas berkembang sebagaimana
benih di dalam diriku.
Terimalah diriku-
agar aku tak perlu menyiksa diri
menjadi sesuai dengan polamu.
Namun dengan kau menerimaku
aku akan tumbuh dan berkembang..