Sabtu, 30 Agustus 2008

Sebuah Doa Dari Hati Yang Terluka

"setia waktuku"

Kubersujud didalam tangisku...
Kuberdoa didalam ketulusanku...
Masih adakah cinta untukku...???
Dan masih adakah rasa sayang yang dulu sempat aku rasakan...???

Aku rapuh...
Dan aku lelah...
Menjalani semua ini tanpa tujuan dan arah...

Aku bingung...
Dan aku gundah...
Jalan mana yang akan aku pilih untuk dapat melangkah...
Aku hanya dapat merasakan perihnya hati dan sakitnya jiwa...
Karena tak dapat apa itu namanya kasih sayang...

Please...ya Allah...
Berikan aku yang namanya kasih sayang dari orang-orang yang kusayang...
Aku tau engkau maha mendengar...
Dan aku tau engkau maha melihat...
Apa yang kurasakan hanya dapat kupendam dan aku simpan didalam hati ini yang paling dalam...

Ya Allah...
Bila engkau masih sayang padaku ya Allah...
Berikan aku satu kesempatan agar dapat menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan...
Dan berikan aku satu kekuatan agar dapat aku berjalan didalam kerasnya batu kerikil dan getirnya kehidupan...

Ya Allah...
Tegarkan aku disetiap langkah yang aku pilih...
Kuatkan aku setegar batu karang yang takkan tumbang walau diterpa badai dan ombak yang selalu menghadang...

Aku percaya akan engkau ya Allah...
Engkau maha penyayang segala umat yang kau ciptakan...
Dan aku percaya akan adanya kekuatanmu ya Allah...
Karena Tiada satupun yang mampu menandingi engkau...

Bulan Ramadhan Tiba

"setia waktuku"

Alhamdulilah aku bisa hidup sampai detik ini
Ku ucap syukur tiada henti
Untuk menyambut bulan suci ini
Tak kunjung doaku untuk berhenti
Memohon ampun dan berkah dari-Nya
Aku hidup sampai detit ini
Tak tahu hari besok dan selanjutnya
Satu harapan muliaku
Bisa ikut menyambut dan melaksanakan
Hari yang penuh berkah
Diriku takut akan kehilangan bulan ini
Dari semua rasa, cinta, ampunan ada di bulan seperti ini
Aku mohon maaf dan ampunan dengan segala kesalahanku
Menjelang ramadan ini
Maaf adalah sebuah kata yang selalu terucap
Dan hati kitalah yang akan menyikapi semua
Antara maaf dan ampunan-Nya
Ya Allah...
Ku bersujud padamu menyambut datangnya bulan suci ini
Kuatkanlah dalam iman dan kesehatan untuk menjalani hari suci ini
”Amin Ya Robbal Alamin”
Untuk bulan ramadahn yang telah tiba
Ku ucap....
“SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BULAN SUCI RAMADHAN 1428 H”

Ucapan Pagi Pada Kekasih

"setia waktuku"

Ku terbangun dari tidurku
Ku dengar suara ayam berkokok
Di ikuti merdunya kicauan burung di atas genteng
Dengan rasa semangat dan penuh kesegaran pagi
Ku nikmati rasa yang begitu nyaman
Mataharipun mulai terbit
Merubah segala suasana yang tak terduga
Bintangpun harus mengalah demi kedatangan sang surya
Memerah layaknya mentari yang begitu hebat
Dunia kembali terhangatkan olehnya
Dan ku ucap selamat pagi pada kekasihku disana
Ku pastikan langkahmu berjalan seperti
Arah mentari yang bercahaya terang
Dan tetap memberi cahaya terang untukku
Agar ku tak sampai kegelapan saat melangkah
Dan tetap melaju dengan gigihnya ke pangkuan cintamu

Cinta Itu...?

"setia waktuku"

Kala cinta merasuk...
Anganku melayang ke dalam dunia nan indah...
Nyanyian surga terdengar dalam benakku...
Hati kecil melonjak, menangkap rasa yang ada..
Bagaikan kupu-kupu yang terbang kian kemari..
Kelegaan kurasakan setelah cinta kuungkapkan..
Betapa indahnya dunia...oh..sungguh indah...
Hanya bayangnya, bernaung dalam tahta anganku...
Namanya selalu berhembus lewati nafasku...
Dia...dia...dialah...yang aku pikirkan...
Sekilas cinta seperti menyiksa..
Bak tenggelam dalam lautan...
Kusesak dalam larutannya, lautan cinta...
Sehari saja tak bertemu, aku hampir gila...
Oh Cinta, jiwaku terbawa dalam arusnya...
Sungai kasih mengkandaskan aku di deltanya..
Aku terlepas dalam segala rasa...
Karena cinta, aku menjadi gila...
Kumabuk asmara...ku tergila-gila
Cinta sudah merasukiku hingga ke dasar jiwa...
Dan bila kukehilangan cinta...
Kutakut tenggelam dan takkan timbul lagi...
Cinta...manis rasamu, sakitmu menyiksa...

Mesti Terluka Aku Tetap Mencinta

"setia waktuku"

Sayang... lihatlah dadaku...
Dada ini penuh dengan sayatan...
Taukah engkau, betapaku menderita??
Sayang... lihatlah mataku...
Aku tak dapat melihat cintamu...
Taukah engkau, betapaku menderita??
Berkalipun engkau lukai aku, oh kasih...
Tak pernahku rasakan indah padamu...
Sekalipun aku mencoba... tak pernah kau puas...
Kau rasuki jiwaku dengan kebencian...
Kau penuhi aku dengan amarahmu...
Tapi sadarkah engkau, betapaku cinta padamu..
Aku ingin kau selalu tahu itu...
Tapi engkau benar-benar keras bagai batu...
Aku yang cair dalam kerasmu mencoba terus berusaha...
Aku tetap cinta meski terluka..
Dan hingga suatu hari nanti, sabarku memuncak..
Lembaran itu 'kan tertutup selamanya untukmu..