Rabu, 13 Agustus 2008

Cinta Yang Terluka

"setia waktuku"

Lelah kaki ini melangkah menelusuri jalan tak brujung
Hatiku gundah karna luka terbalut duka
aku masih sendiri meratap matahari pagi
akankah ia bersinar untuk bintang yang redup

duduk di tepian danau
sambil ku pandangi tarian kesedihan
kini cinta hanyalah sebuah kata
cinta tak lagi bermakna hanya untuk hayalan pendusta

ku masih duduk di tepian danau
senjapun datang melambai keangkuhan
bintang redup bulanpun menari riang
dikala sinar mentari terpancar di hati

ku masih duduk di tepian danau yang sunyi
sebatang rokok ku hisap hingga membakar jari
luka dihati tak mampu lagi tuk di obati
ku hanya mampu merangkai kata cinta
namun cinta tak lagi bermakna

akankah datang rasa......
untuk membalut hati yang tersiksa
karna cinta aku tak lagi menjadi seorang pujangga
kini aku hanya pecundang rasa........

akankah datang cinta
yang mampu maembalut luka
ku menunggu sampai batas usia
biarkan cinta menjadi pendusta
tapi jiwa hanya sebongkah rangka
yang mampu mengecap rasa
kan ku gapai cinta suci seorang wanita
yang ku dekap di hati dan jiwa.

Tidak ada komentar: