Saturday, November 29, 2008

Biarkan Aku Sekali-Kali Menangis

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku dapat menunggu
dan kemudian mendapatkannya.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku tak selalu
bisa menempuh caraku.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu walau kau disampingku,
kita bukanlah satu,
agar kubelajar bahwa kau tak perlu
selalu memberiku seluruh waktumu.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
agar kutahu bahwa aku mampu menghibur diriku,
agar kubelajar bahwa memprotes tidak
selalu mengubah segalanya.
Biarlah Aku sekali-kali menangis…
karena “menunggu” bukan berarti tiada kasih,
tapi justru lebih banyak kasih!

Terimalah Diriku

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Terimalah diriku..
seadanya.
Bukan karena Aku sebenarnya dapat
menjadi atau bahkan bakal menjadi.
Terimalah diriku..
Terimalah sebagaimana diriku kini
tanpa syarat
dan seperti kenyataan yang ada.
Bilamana semua jendela hatimu
diwarnai sikap
kau belum menerimaku.
Pandanglah aku sebagaimana diriku
tanpa mengubah impianmu..
Sebagai manusia biasa, unik dan indah..
Bebas berkembang sebagaimana
benih di dalam diriku.
Terimalah diriku-
agar aku tak perlu menyiksa diri
menjadi sesuai dengan polamu.
Namun dengan kau menerimaku
aku akan tumbuh dan berkembang..

Wednesday, November 26, 2008

Sahabatku....Aku Mencintaimu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Jauhku bergumul dengan awan pekat
hitam…. tak jelas akan rembulan yang mengintip
ingin menyimak kejadian bumi
langkahku gontai semakin melunglai

Fikirku dalam angan tak jelas
mencoba menterjemahkan kejadian tadi
kala kau menjamuku dengan mesra
diluar kebiasaan kita sebagai sahabat

Adakah aturan main yang lain disana?
bumbu manis apa yang ingin kau perlihatkan?
dari semua sentuhanmu tadi….
rasa cintakah atau sekedar nafsu belaka?

Aku memarahi kebodohanku sendiri
terlarut dalam kenikmatan yang kumaki saat ini….
Kami sahabat… pantaskah itu?
Terlalu….

Tapi ada gerak yang ingin meminta lagi
sentuhanmu membuat tubuhku menangih…
mungkin kau memperlakukanku begitu istimewa
diantara kelembutan dan perasaanmu yang tak pernah kau akui…

Apakah masih ada persahabatan disana?
kala kita memperlakukan semuanya dengan cara lain
cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat
dan bibirku kini hanya bisa terdiam…

Bila saja aku tak menangis saat itu
mungkin kita sudah lebih jauh
Bila saja tak ada rangkaian kata maaf darimu
mungkin kita sudah tidak dibumi lagi
berpijak pada keyakinan yang kita tinggalkan sesaat
berdansa dengan para iblis yang tertawa…

Aku menyayangimu sahabat…
seperti dulu…
Aku juga menyukaimu sahabat…
seperti dulu…

Dan aku tak ingin ini berakhir tanpa sebuah kata
akan kemana persahabatan ini dibawa
ketika kau diam bersama pertanyaanku
dan pengakuan tulusku
Bahwa aku juga mencintaimu

Aku Ingin Mencintaimu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Kala aku belajar untuk mencintai,
jangan pernah palingkan muka walau kau enggan menunggu,
kala aku mulai berada dalam galau,
genggam tangganku dan pastikan kau akan bersamaku selalu

Andai waktu menerpa kasih yang aku susun
bantulah aku menatanya kembali
Andai sengat matahari membuatnya kering
sirami ia kembali dengan kasihmu

Jangan biarkan teringsut kala aku mencoba untuk membuka hatiku
jangan berlari kala aku butuh matahari
Jangan pergi kala aku memintamu
untuk mengajarkan aku mencintaimu

Kamulah Kekasih Jiwaku

“Dari Hati Untuk Jiwa”


Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Semoga kamu tahu apa maksudku….dari semua kata yang ku rangkai dan ku tulis ini aku memahamimu wie….
Tak ada kata lain selain pendapatmu adalah sahabat…
TAPI AKU INGIN UCAPKAN
“KAMULAH KEKASIH JIWAKU YANG KU ANGGAP SAHABAT KARENA KU CINTA KAMU DAN BESAR PULA KEINGINAN LEBIH UNTUK MENJAGAMU DI KEMUDIAN HARI”
Maaf jika memberatkan hatimu lagi,

Terimakasih,

Tuesday, November 25, 2008

Kisah Cintaku ( bag 4 )

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Aku pernah mengenalmu, begitupun kamu pernah mengenalku

Kamu pernah berjalan disisiku, begitupun aku pernah melangkah seiring disisimu

Kita pernah saling tatap lalu tersenyum

Kita pernah saling bercerita lalu tertawa

Kita pernah saling ego hingga tumbuh pengertian

Kata Kita kini sudah jadi Aku dan Kamu

Kata jalan kita kini jadi jalanku dan jalanmu

Begitupun waktu kita kini jadi waktuku dan waktumu

Begitupun waktu kita kini jadi waktumu dan waktuku

Kemarin kamu dan aku masih ingat kenangan kita

Kenangan yang jadi prioritas utama kita untuk tersenyuman masing-masing

Kenangan yang jadi saksi bahwa keadaan kita saat itu begitu berharga

Hal itu masih berlaku hingga kita mencoba untuk seiring lagi

Seiring yang diakhiri dengan kenangan baru yang tak indah apalagi penting

Kenangan yang tak layak lagi untuk diingat oleh aku dan kamu

Sbab memang benar Cinta sama tak datang dua kali

Kenangan Cinta Terlarang

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Apakah salah jika aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki orang lain?,

Apakah salah jika aku ingin memiliki seseorang yang sudah mencintai orang lain?,

Apakah salah jika aku merindukan seseorang yang tidak pernah mengharapkanku?,

Apakah salah jika aku mengharapkan seseorang yang tidak merindukanku?,

Apakah salah jika aku berpaling dan pergi dari dirinya?,

Apakah aku salah?,

Apakah ini yang dinamakan Cinta Terlarang?,

Aku tidak tahu,

Aku bingung dan sendiri,

Adakah yang bisa menjawab?

Dari Cinta Untukmu

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Sungguh sederhana tapi tak mampu terbahasakan

Pilu rasa saat bicara, membara, lalu dingin seketika

Hidup denganmu bak dineraka hanya itu kupunya tuk mewakili

Sungguh sederhana hingga saat bicara ku tak lagi rasa apa-apa

Karena kusadar kau hanya datang untuk sementara

Andai tak ada besok mungkin ku kan bahagia

Tak perlu mencumbumu, merayumu, mengingatmu

Meski kau mencibir,menghujat dan meragukanku

Kuingin ini berakhir tapi tak kulihat ujung

Kini kusadar bukan raga yang menolakmu

Tapi jiwa dan nafasku

Untuk itu mesti pilu ku kan slalu ada disampingmu

Monday, November 24, 2008

Cinta ( ungkapan cinta dari hati )

“Dari Hati Untuk Jiwa”

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Saat Perih Menghampiri

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Indahnya janji yang pernah terikrar
Manisnya cinta yang pernah tercipta
Bagaikan mimpi yang tak pernah berakhir
Sejak kau gantung cinta ini

Meski bibir tak mampu berucap
Meski mulut tak mampu berkata
Namun bulan dan bintang telah pahami
Betapa tulus cinta ini untukmu

Jika rindu ini menjenuh kanmu
Jika sayang ini menyakit kanmu
Jika cinta ini membuatmu menjauh
Aku rela engkau membenci cintaku

Bukannya hati ini tak sakit
Bukannya hati ini tak hancur
Bukannya hati ini tak perih
Hanya kepasrahan yang mengiringi

Terimakasih cintaku
Untuk kenangan yang pernah kau beri
Satu ikrar untukmu
Aku akan berada di jalan cintaku