Monday, August 11, 2008
Tinggal Kenangan
by : Gebby
reff 1
Pernah ada
Rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin ku lupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku....
reff 2
Jauh kau pergi meninggalkan dirimu
Disini aku merindukan dirimu
Ingin ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih
kembali ke reff...
Tak seperti dirimu oh kekasih....
reff 1
Pernah ada
Rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin ku lupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku....
reff 2
Jauh kau pergi meninggalkan dirimu
Disini aku merindukan dirimu
Ingin ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih
kembali ke reff...
Tak seperti dirimu oh kekasih....
Sore Cerah Ada Cinta
"setia waktuku"
sore hari nan cerah..
yang di iringi oleh awan2 yang begulung dan berkejaran...
dan burung2 camar yang menari2 di angkasa...
di sinari oleh sang mentari yang hampir tenggelam di ufuk barat...
seakan menhiasi hati dan jiwa yang kelam menjdi kebahagian yang tak terduga...
wahai sore ku...
teruslah begitu...
agar smua insan yang ada di dunia ini dapat menikmati soremu....
soremu begitu agung...
menghilankan kegerahan dan keresahan di hati....
soremu...
telah mengingatkan diriku...
akan kekasihku yang sangat aku cintai dan ku sayngi...
cahaya matahari yang hampir tenggelam...mengibaratkan
wajahnya yng begitu anggun,cantik dan berseri...
ku ingin sekali ber2 dengan dirinya disaat soremu yang begitu cerah ini...
saling bercumbu...
saling menunjukan kasih sayang dan cinta pada semua manusia...
oh..
betapa indahnya itu...
sungguh sangat romantis...
soreku...
ku ingin sekali agar engkau menitipkan salam cinta dan sayangku kepada sang pujaanku...
aku sangat rindu kepada dirinya...
soreku...
tetaplah begini...
hiasi hari2ku...
yang di cekam sepi..
sore hari nan cerah..
yang di iringi oleh awan2 yang begulung dan berkejaran...
dan burung2 camar yang menari2 di angkasa...
di sinari oleh sang mentari yang hampir tenggelam di ufuk barat...
seakan menhiasi hati dan jiwa yang kelam menjdi kebahagian yang tak terduga...
wahai sore ku...
teruslah begitu...
agar smua insan yang ada di dunia ini dapat menikmati soremu....
soremu begitu agung...
menghilankan kegerahan dan keresahan di hati....
soremu...
telah mengingatkan diriku...
akan kekasihku yang sangat aku cintai dan ku sayngi...
cahaya matahari yang hampir tenggelam...mengibaratkan
wajahnya yng begitu anggun,cantik dan berseri...
ku ingin sekali ber2 dengan dirinya disaat soremu yang begitu cerah ini...
saling bercumbu...
saling menunjukan kasih sayang dan cinta pada semua manusia...
oh..
betapa indahnya itu...
sungguh sangat romantis...
soreku...
ku ingin sekali agar engkau menitipkan salam cinta dan sayangku kepada sang pujaanku...
aku sangat rindu kepada dirinya...
soreku...
tetaplah begini...
hiasi hari2ku...
yang di cekam sepi..
Kenangan Bersamamu
"setia waktuku"
Jangan paksa aku bercerita karna hanya sedih yang ada
Terlalu berat meninggalkanmu
Apa yang kita lalui mungkin takkan kembali
Tapi kuyakin tetap teringat
Kisah kasihmu , kisah sayangmu , kesetiaan , keikhlasan
Semoga menjadikan kita saling mengerti
Kemarahan semoga terkubur oleh kebaikan kita nanti
Dan do'a adalah penghubung harapan kita
Dan maafmu adalah segalanya
Mungkin kenangan akan mengingatkan kita
Dan mungkin rindu akan membawa kita kembali bersama
Terima kasih atas apa yang kau beri
Izinkanlah aku pergi dengan ketulusan hati
Dan lepaslah aku dengan senyummu
Senyum dan tawa yang mengobati saat ini
Bukan dengan air mata lagi
Jangan paksa aku bercerita karna hanya sedih yang ada
Terlalu berat meninggalkanmu
Apa yang kita lalui mungkin takkan kembali
Tapi kuyakin tetap teringat
Kisah kasihmu , kisah sayangmu , kesetiaan , keikhlasan
Semoga menjadikan kita saling mengerti
Kemarahan semoga terkubur oleh kebaikan kita nanti
Dan do'a adalah penghubung harapan kita
Dan maafmu adalah segalanya
Mungkin kenangan akan mengingatkan kita
Dan mungkin rindu akan membawa kita kembali bersama
Terima kasih atas apa yang kau beri
Izinkanlah aku pergi dengan ketulusan hati
Dan lepaslah aku dengan senyummu
Senyum dan tawa yang mengobati saat ini
Bukan dengan air mata lagi
Selamat Tidur (teman yang kucinta)
"setia waktuku"
Wahai kau pujaan hatiku...
Lelah itu telah merasuki kita..
Dan saatnya tiba tuk usikkan semua..
Rasa gundah gulana yang membaur..
Dalam emosi tuk katakan sayang..
Kutetap sabar tuk menantikanmu..
Dalam waktu depan tuk berjumpa..
Dalam masa depan yang kan tiba..
Bahagia memelukmu bersama daku...
Sekarang saatnya tuk menutup mata..
Dan lekas kembali dalam peraduanmu..
Hingga kau lepas dalam kuntum bunganya..
Dan rasakan indahnya dunia dalam impian..
Selamat tidur teman yang ku cinta, mimpikanlah aku...
Aku sendiri dalam sepi..
Tetapi kurasakan engkau slalu ada..
Sekalipun belum mungkin ku dekat denganmu..
Kutak satu juapun melepas rasa ini..
Wahai kau pujaan hatiku...
Lelah itu telah merasuki kita..
Dan saatnya tiba tuk usikkan semua..
Rasa gundah gulana yang membaur..
Dalam emosi tuk katakan sayang..
Kutetap sabar tuk menantikanmu..
Dalam waktu depan tuk berjumpa..
Dalam masa depan yang kan tiba..
Bahagia memelukmu bersama daku...
Sekarang saatnya tuk menutup mata..
Dan lekas kembali dalam peraduanmu..
Hingga kau lepas dalam kuntum bunganya..
Dan rasakan indahnya dunia dalam impian..
Selamat tidur teman yang ku cinta, mimpikanlah aku...
Aku sendiri dalam sepi..
Tetapi kurasakan engkau slalu ada..
Sekalipun belum mungkin ku dekat denganmu..
Kutak satu juapun melepas rasa ini..
Engkau Harta Cintaku
"setia waktuku”
Kisah yang telah kita lalui...
Telah membuka lembaran baru di hidupku..
Menuliskannya dengan berjuta tinta..
Dan bersanding bahagia di sisi hatimu...
Keadaanku yang semakin telah berubah..
Mencolok nerakaku dan melemparnya jauh...
Jauh di dasar kekelaman, di bawah sana..
Dan tak kulihat lagi duka tercipta..
Wahai kau yang ku puja...dengarkanlah aku...
Semua ini telah terjadi begitu adanya...
Menjadikan sepi kita bagaikan kebun anggrek..
Yang bergantung dan hidup di hati...
Janganlah biarkan ini berubah wahai sang pujaanku..
Kita kerahkan segenap pengorbanan..
Demi menjaga semuanya agar tetap padu..
Dan menjadi indah apa adanya...
Engkau hartaku...dan akan kujaga..
Tiada satupun dapat mencurimu dariku..
Hingga tubuh ini kuserahkan hingga mati..
Tak rela aku kehilangan padamu...
Kisah yang telah kita lalui...
Telah membuka lembaran baru di hidupku..
Menuliskannya dengan berjuta tinta..
Dan bersanding bahagia di sisi hatimu...
Keadaanku yang semakin telah berubah..
Mencolok nerakaku dan melemparnya jauh...
Jauh di dasar kekelaman, di bawah sana..
Dan tak kulihat lagi duka tercipta..
Wahai kau yang ku puja...dengarkanlah aku...
Semua ini telah terjadi begitu adanya...
Menjadikan sepi kita bagaikan kebun anggrek..
Yang bergantung dan hidup di hati...
Janganlah biarkan ini berubah wahai sang pujaanku..
Kita kerahkan segenap pengorbanan..
Demi menjaga semuanya agar tetap padu..
Dan menjadi indah apa adanya...
Engkau hartaku...dan akan kujaga..
Tiada satupun dapat mencurimu dariku..
Hingga tubuh ini kuserahkan hingga mati..
Tak rela aku kehilangan padamu...
Bisikan Cinta Dalam Hatiku
"setia waktuku"
Seuntai kata yang kini masih membelenggu...
Membuat hati ini terjerat dalam kebimbangan...
Kadang-kadang keluh kesahku membahana..
Dalam setiap kata yang kunjung memberat..
Wahai pujaan hati...
Taukah engkau, seluruh bintang kuraih untukmu?
Tak hanya bintang, bulanpun akan kupetik..
Segalanya kan kuraih sekalipun besar deritaku..
Karena engkau begitu kupuja dalam hatiku...
Tak hilang semua duka ini mendera...
Demi mendapatkan kasih dan sayang darimu...
Selama kau masih diam terpaku..
Seumur hidupku tiada sempurna kutemukan..
Engkaupun tau, bahwa cinta tak melihat batasan...
Sekalipun umur mengusik benakku tuk menggapaimu..
Jauh membedakan antara engkau dan aku...
Sungguh tak adil hal itu jadikan pemisah antara kita..
Kukerahkan segenap jiwa dan ragaku untukmu...
Tuk terus memohon cinta suci darimu..
Kupun yakin pada sang waktu yang menemani...
Kan ada jawaban pasti akan keresahan jiwaku...
Pujaanku... dewiku....
Dengarkanlah bisikan cinta dalam nadiku...
Hingga berderai seluruh darahku..
Akan membuatmu mengerti betapa besar cintaku padamu..
Selaksa pengertian, aku pasrahkan kepada Yang Kuasa...
Kuingin engkau jadi sinar hatiku...
Yang selalu terpancar tuk terangi aku..
Aku memuja engkau... dan selamanya memujamu...
Jangan ada lagi alasan terselubung di batas usia...
Karena kusungguh tulus menginginkan cintamu...
Terimalah hatiku...
Seuntai kata yang kini masih membelenggu...
Membuat hati ini terjerat dalam kebimbangan...
Kadang-kadang keluh kesahku membahana..
Dalam setiap kata yang kunjung memberat..
Wahai pujaan hati...
Taukah engkau, seluruh bintang kuraih untukmu?
Tak hanya bintang, bulanpun akan kupetik..
Segalanya kan kuraih sekalipun besar deritaku..
Karena engkau begitu kupuja dalam hatiku...
Tak hilang semua duka ini mendera...
Demi mendapatkan kasih dan sayang darimu...
Selama kau masih diam terpaku..
Seumur hidupku tiada sempurna kutemukan..
Engkaupun tau, bahwa cinta tak melihat batasan...
Sekalipun umur mengusik benakku tuk menggapaimu..
Jauh membedakan antara engkau dan aku...
Sungguh tak adil hal itu jadikan pemisah antara kita..
Kukerahkan segenap jiwa dan ragaku untukmu...
Tuk terus memohon cinta suci darimu..
Kupun yakin pada sang waktu yang menemani...
Kan ada jawaban pasti akan keresahan jiwaku...
Pujaanku... dewiku....
Dengarkanlah bisikan cinta dalam nadiku...
Hingga berderai seluruh darahku..
Akan membuatmu mengerti betapa besar cintaku padamu..
Selaksa pengertian, aku pasrahkan kepada Yang Kuasa...
Kuingin engkau jadi sinar hatiku...
Yang selalu terpancar tuk terangi aku..
Aku memuja engkau... dan selamanya memujamu...
Jangan ada lagi alasan terselubung di batas usia...
Karena kusungguh tulus menginginkan cintamu...
Terimalah hatiku...
Sunday, August 10, 2008
Andai Kau Bulan Dan Aku Matahari
"setia waktuku”
Engkau bulan... dan aku matahari...
Kita berbeda tapi kita satu...
Tanpa cahayamu,malam adalah gelap...
Tanpa cahayaku,siang adalah malam...
Begitu jauh jarak namun tetap bersinar..
Engkau adalah pantulan cahyaku...
Bersama bintang, jadikan perhiasanmu..
Sekalipun kutak pernah temui malam..
Dari jauh engkau tetap menyapaku..
Katakan bahwa malam telah tiba...
Tanpamu, waktu dan kehadiranku tak ada..
Aku cuma bola sinar apa adanya...
Tiada istimewanya, dan tak terpandang...
Engkau pantulanku, warnaku terlihat..
Hingga kuberarti bagi semuanya di dunia...
Andaikan matahari dan bulan bersatu...
Sungguh indah rasanya menerangi dunia..
Dalam siang dan malam slalu bersama..
Tiada gelap kan menguasai bumi...
Duniapun jadi milik kita....
Oh...angan menertawakanku..
Sesungguhnya matahari dan bulan slalu terpisah..
Namun, engkau bulanku...
Penantianmu kutunggu hingga kita bersatu...
Dan penuhi alam dengan sinar kita berdua..
Engkau bulan... dan aku matahari...
Kita berbeda tapi kita satu...
Tanpa cahayamu,malam adalah gelap...
Tanpa cahayaku,siang adalah malam...
Begitu jauh jarak namun tetap bersinar..
Engkau adalah pantulan cahyaku...
Bersama bintang, jadikan perhiasanmu..
Sekalipun kutak pernah temui malam..
Dari jauh engkau tetap menyapaku..
Katakan bahwa malam telah tiba...
Tanpamu, waktu dan kehadiranku tak ada..
Aku cuma bola sinar apa adanya...
Tiada istimewanya, dan tak terpandang...
Engkau pantulanku, warnaku terlihat..
Hingga kuberarti bagi semuanya di dunia...
Andaikan matahari dan bulan bersatu...
Sungguh indah rasanya menerangi dunia..
Dalam siang dan malam slalu bersama..
Tiada gelap kan menguasai bumi...
Duniapun jadi milik kita....
Oh...angan menertawakanku..
Sesungguhnya matahari dan bulan slalu terpisah..
Namun, engkau bulanku...
Penantianmu kutunggu hingga kita bersatu...
Dan penuhi alam dengan sinar kita berdua..
Kehancuran Hatiku
“setia waktuku”
Terkubur dalam sejuta pilu
Terpendam dalam sakitnya kalbu…
Tak ada yang pernah mengerti
Termasuk dirimu....
Kini ku tinggal dalam puing-puing kehancuran hatiku
Tak pernah ada yang mempedulikanku
Termasuk cintaku padamu
Kumohon kau mengerti
Betapa aku sangat mencintaimu
Kumohon kau mau mendengarkan aku
Betapa perihnya aku saat kau meninggalkanku
Di setiap malam dalam tidurku
Hanya isak tangis kesedihanku yang selalu menyelimutiku
Hanya kesunyian malam yang selalu menyettaiku seakan mengerti
Akan kesedihan hatiku
Terangnya bintang-bintang dan redupnya cahaya bulan
Kuanggap sebagai sahabat yang selalu menghiburku
Di dalam
Kegundahan jiwaku
Kenapa harus aku yang mengalami semua ini???
Tak ada satupun kebahagiaan yang dapat kurasakan selama ini
Hanya luka dan air mata yang yang selalu menghiasi dalam heningku
Kuingin ada yang mau mengerti aku betapa sakitnya aku
Tanpa ada seorangpun yang mau menemaniku
Kini hanya di dalam puisi hariku, kutuangkan segenap kegelisahanku
Kedalam barisan barisan kata yang terucap dari lubuk hatiku
Ku tak tau apa yang harus ku perbuat....
Dan kutak tau apa yang harus kulakukan
Aku hanya mampu tuk berkata
”kenapa hatiku begitu hancur”
Terkubur dalam sejuta pilu
Terpendam dalam sakitnya kalbu…
Tak ada yang pernah mengerti
Termasuk dirimu....
Kini ku tinggal dalam puing-puing kehancuran hatiku
Tak pernah ada yang mempedulikanku
Termasuk cintaku padamu
Kumohon kau mengerti
Betapa aku sangat mencintaimu
Kumohon kau mau mendengarkan aku
Betapa perihnya aku saat kau meninggalkanku
Di setiap malam dalam tidurku
Hanya isak tangis kesedihanku yang selalu menyelimutiku
Hanya kesunyian malam yang selalu menyettaiku seakan mengerti
Akan kesedihan hatiku
Terangnya bintang-bintang dan redupnya cahaya bulan
Kuanggap sebagai sahabat yang selalu menghiburku
Di dalam
Kegundahan jiwaku
Kenapa harus aku yang mengalami semua ini???
Tak ada satupun kebahagiaan yang dapat kurasakan selama ini
Hanya luka dan air mata yang yang selalu menghiasi dalam heningku
Kuingin ada yang mau mengerti aku betapa sakitnya aku
Tanpa ada seorangpun yang mau menemaniku
Kini hanya di dalam puisi hariku, kutuangkan segenap kegelisahanku
Kedalam barisan barisan kata yang terucap dari lubuk hatiku
Ku tak tau apa yang harus ku perbuat....
Dan kutak tau apa yang harus kulakukan
Aku hanya mampu tuk berkata
”kenapa hatiku begitu hancur”
Dinda....(Maafkan Aku)
“setia waktuku”
Kumerenung di dalam kesendirianku
Memandangi semua kisah masa lalu
Yang hanya membuat hariku merasa pilu
Bagai di sayat sembilu
Kumenangis di dalam kesendirianku
Mengapa dulu selalu melakukan hal yang
Membuat orang yang kusayangi membenci padaku
Hanya kenangan itu yang membekas sangat dalam
Di dalam hatiku
Maafkan aku yang pernah menyakitimu
Maafkanlah aku yang telah melukai perasaanmu
Kini hanya bisa merasakan sesal yang begitu mendalam
”tapi mengapa dulu kau tega meninggalkanku???”
kini kusadar” betapa tulus dan sucinya hatiku mencintaimu
Dan kini ku pahan akan cinta yang ku berikan padamu
Dan kau sangat berarti buatku
Dinda.....
Bila aku diberi satu kesempatan lagi
Izinkan aku mencintaimu seperti pertama kali kita bertemu
Menuntai kasih yang inndah seperti dulu
Mengumbar kenangan yang indah disaat kita masih bersama
Dinda....
Walau kutau kau takan pernah kembali padaku, aku akan tetap menunggu
Hingga kau mau memaafkan dan kembali kedalam pelukanku
Dinda....
Jangan kau hukum aku dengan kerinduanku padamu
Biarkan aku memelukmu
Memdakapmu...
Membelaimu...
Menyayangimu, dan mencintaimu dengan kehangatan cintaku
Kuingin kau disini dinda
Menemani aku hingga akhir hayatku...
Kumerenung di dalam kesendirianku
Memandangi semua kisah masa lalu
Yang hanya membuat hariku merasa pilu
Bagai di sayat sembilu
Kumenangis di dalam kesendirianku
Mengapa dulu selalu melakukan hal yang
Membuat orang yang kusayangi membenci padaku
Hanya kenangan itu yang membekas sangat dalam
Di dalam hatiku
Maafkan aku yang pernah menyakitimu
Maafkanlah aku yang telah melukai perasaanmu
Kini hanya bisa merasakan sesal yang begitu mendalam
”tapi mengapa dulu kau tega meninggalkanku???”
kini kusadar” betapa tulus dan sucinya hatiku mencintaimu
Dan kini ku pahan akan cinta yang ku berikan padamu
Dan kau sangat berarti buatku
Dinda.....
Bila aku diberi satu kesempatan lagi
Izinkan aku mencintaimu seperti pertama kali kita bertemu
Menuntai kasih yang inndah seperti dulu
Mengumbar kenangan yang indah disaat kita masih bersama
Dinda....
Walau kutau kau takan pernah kembali padaku, aku akan tetap menunggu
Hingga kau mau memaafkan dan kembali kedalam pelukanku
Dinda....
Jangan kau hukum aku dengan kerinduanku padamu
Biarkan aku memelukmu
Memdakapmu...
Membelaimu...
Menyayangimu, dan mencintaimu dengan kehangatan cintaku
Kuingin kau disini dinda
Menemani aku hingga akhir hayatku...
Andai Ada Kasih Di Malam Mingguku
“setia waktuku”
kini sang mentari telah terbenam di ufuk barat...
kini tiba saatnya bagi sang rembulan untuk terbit...
yang di temani sang prajurit-prajurit pemberi harapan itu...
di tepi feri...
terus berdua...
terus bersama...malam minggu yang selalu kunanti
sambil menikmati malam minggu yang syahdu dan romantis...
dan aliran sungai yang mengalir dengan tenang dan lembutnya...
wahai cintaku...
malam minggu yang syahdu ini ku persembahkan untuk mu...
sebagai tanda cinta dan kasih sayangku kepadamu...
wahai sang dewi fortuna...
pada malam yang syahdu dan romantis ini
hingga akhir hayat hidup ku ingin berdua
wahai sang rembulan dan bintang-bintang...
dan air sungai yang mengalir dengan tenang..
jadilah saksi bila cinta dan yang ku cinta datang...
dan datanglah dan temanilah diriku dalam kesepianku..
oh...
sungguh sangat syahdu dan romanti ini....
bila ini ada pada diriku malam ini...
ku kan berjanji kepadamu...
cintakun yang tulus dan murni ini,...
hanya untuk dirimu seorang
bulan dan ribuan bintang akan menjadi saksi...
wahai sang pujaan dan cintaku...
ku berikan malam minggu yang syahdu dan romantis ini
hanya untuk dirimu
ku harap selalu kehadiranmu disini
di malam mingguku yang selalu sepi
kini sang mentari telah terbenam di ufuk barat...
kini tiba saatnya bagi sang rembulan untuk terbit...
yang di temani sang prajurit-prajurit pemberi harapan itu...
di tepi feri...
terus berdua...
terus bersama...malam minggu yang selalu kunanti
sambil menikmati malam minggu yang syahdu dan romantis...
dan aliran sungai yang mengalir dengan tenang dan lembutnya...
wahai cintaku...
malam minggu yang syahdu ini ku persembahkan untuk mu...
sebagai tanda cinta dan kasih sayangku kepadamu...
wahai sang dewi fortuna...
pada malam yang syahdu dan romantis ini
hingga akhir hayat hidup ku ingin berdua
wahai sang rembulan dan bintang-bintang...
dan air sungai yang mengalir dengan tenang..
jadilah saksi bila cinta dan yang ku cinta datang...
dan datanglah dan temanilah diriku dalam kesepianku..
oh...
sungguh sangat syahdu dan romanti ini....
bila ini ada pada diriku malam ini...
ku kan berjanji kepadamu...
cintakun yang tulus dan murni ini,...
hanya untuk dirimu seorang
bulan dan ribuan bintang akan menjadi saksi...
wahai sang pujaan dan cintaku...
ku berikan malam minggu yang syahdu dan romantis ini
hanya untuk dirimu
ku harap selalu kehadiranmu disini
di malam mingguku yang selalu sepi
Subscribe to:
Posts (Atom)

