Senin, 22 September 2008

Cinta Terbalaskan Murka

"setia waktuku"
Tak kusangka hariku penuh kesedihan
Tak lepas dari cinta yang kutangisi
Karena tak pernah terbalas dengan indah
Kau tolak cinta dengan tetesan madu pahit
Kau maki diriku dengan kata kasarmu
Tak pantas untukmu wahai insan yang cantik
Pernahkah kau berfikir tentangmu sendiri?
Kau cantik tapi tak secantik parasmu
Apakah kau jual kecantikanmu dengan segenggam harta???
Kau terbungkam dalam pertanyaanku
Apa sebenarnya yang kau banggakan wahai insan sesama???
Kita memang berbeda kecuali dalam cinta
Takan bermakna ucapanmu itu di depanku
Diriku sekarang tahu tentang asli jiwamu
Kau yang cantik dan selalu membahana di mata semua orang
Tapi kau buruk di setiap sendi kelakuanmu dan parasmu
Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu
Dan cintalah yang kusamapaikan padamu
Tapi kau tak mengindahkan bahkan murka di hadapanku
Kuterima semua katamu
Dan kusimpan selalu kata itu
Sebagai kenangan bahwa ku salah mencintai terkasihku
Terimakasih wahai insan yang ku kagumi

Tidak ada komentar: