Senin, 22 September 2008

Sahabat

"setia waktuku"
Keluh kasah pada diri kita
Kadang tak pernah redam hanya dengan satu hati
Diriku mengerti betapa berarti dirinya buat hidupku
Dalam setiap langkah mengarungi cita dan rasaku
Kaulah sahabat sahabatku yang terbaik
Kau menghampiriku ketika seluruh dunia menjauh
Dan bukan menghampiri jika kau sedang butuh
Karena ku tahu sahabat itu seperti tangan dan mata
Saat tangan terluka mata menangis
Dan saat mata menangis tangan akan menghapusnya
Kau yang selalu mengerti akan keadaanku
Tak pernah memandang diriku lemah
Dan tek pernah memandang susahnya tentangku
Kau yang kubanggakan wahai sahabat
Tanpa dirimu aku terpuruk di dunia
Dan kesepian akan ramainya dalam keindahan dunia

Tidak ada komentar: