Senin, 22 September 2008

Kembali Berpuisi ( Keacuhanmu )

"setia waktuku"
Hari ini ku kembali berpuisi
Diamana hari yang telah lama ku tunggu
Dan kutunggu pula kabar indah dari merpati
Yang senantiasa selalu kirim kabar untukku
Tak kusangka hari yang ku kira indah
Berubah bagai letusan berapi
Entah apa dulu yang pernah ku perbuat
Hingga kau menganggap itu adalah kesalahan
Dan hari pertama ketemu dari sekian waktu yang terpisah
Kau mengacuhkan begitu saja
Dan merpatiku pulang saat ku tlah di rumah
Untuk menyampaikan kabar
Yang ternyata berisi surat darinya
merpatipun tak sempat untuk bercerita
Karena tahu bila ku mendengar ini
Aku akan sakit dan lemas tak berdaya
Kau tulis dalam goresan pena di atas kertas putih
Sebuah kata tak menggembirakan
Kau salahkanku dan kau curahkan semua kekesalanmu
dalam bait yang masih terhubung dengan api kesalahan
Kau mengacuhkanku karena itu
Dan ku mengerti
Aku bukanlah terbaik untukmu
Kusadari diriku adalah yang biasa di antara biasa
Kau katakan juga dalam surat
Ku tak pantas mencintaimu
Sungguh sakit hati ini
Dan lebih sakit dari tusukan tombak berapi
Ternyata cinta tak memandang hati
Tapi kau nilai hartalah yang memandang cinta

Tidak ada komentar: