Minggu, 10 Agustus 2008

Harapanku Tentang Bidadari

“setia waktu”

Kekelaman yang membisu...
Mengisi hari-hariku...
Yang pernah terluka karena siksa..
Siksa yang kurasa dari sang Penggoda..
Dahulu, menyisakan banyak duka...
Mencekik leherku hinggaku tak berdaya..
Semua terhenti seketika...
Saat kau datang membawakan kesegaran..
Air kelembutan dan kasih sayang...
Yang legakan dahagaku yang tercekik...
Kau usap aku dengan cahaya matamu..
Kau rangkul tanganku agarku berdiri..
Jiwa ini yang tlah mati...
Telah hidup kembali di alam nyata...
Kutlah lepas dari alam kematian..
Dengan menggenggam sejuta cinta darinya...
Sebisa mungkin kulupakan semua luka..
Yang masih tersisa pabila kuberpaling..
Ke masa silam yang buatku tenggelam...
Luka ini, telah terganti dengan obatnya..
Bidadari itu datang menjadi pelipur lara..
Hingga selamanya, akupun terjaga...
Dari bayangnya yang bersatu dalam jiwaku...
Ku ingin bidadari itu datang di pangkuanku…

Tidak ada komentar: